Investor di Jateng Marak Transkasi Online

Seiring makin agresifnya edukasi pasar modal yang digelar Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga SRO lainnya, kini menuai hasil dengan bertumbuh pesatnya jumlah investor pasar modal di daerah. Bahkan di Jawa Tengah, sekitar 1000 (seribu) investor sudah memanfaatkan Danareksa online untuk bertransaksi.

Menurut Area Sales Manager Danareksa Online, Yahuda Nawa Yanukrisna, tingginya minat investor Jawa Tengah menggunakan Danareksa Online dikarenakan lebih mudah dan cepat dibandingkan melakukannya dengan cara konvensional,”Dibandingkan dengan cara konvesional untuk pembelian produk di pasar modal seperti saham lebih mudah secara online," ujarnya di Semarang, Kamis (19/6).

Dia menuturkan, dengan bertransaksi melalui sistem online para investor tidak perlu datang atau menelepon ke kantor Danareksa untuk bertransaksi atau sekedar menanyakan harga saham. Disamping itu, saat ini investor juga dapat mengakses sistem online tersebut melalui telepon selular, website, dan aplikasi 'trade pro'.

Tercatat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini penerapan sistem online tersebut tumbuh 30 persen di setiap tahunnya, Yahuda mengatakan kondisi tersebut merupakan bukti bahwa semakin banyak investor yang lebih tertarik menggunakan sistem online,”Ke depan kami berupaya untuk mengembangkan agar transaksi online ini lebih dominan digunakan oleh para investor produk pasar modal," jelasnya.

Dari total transaksi melalui sistem online 70% di antaranya merupakan kontribusi dari penjualan saham, 20% penjualan reksadana, dan sisanya yaitu penjualan produk pasar modal salah satunya obligasi,”Dalam satu hari penjualan saham bisa mencapai Rp5 miliar, sedangkan untuk produk reksadana dan obligasi karena sifatnya tidak likuid nilai penjualannya tidak bisa diketahui,”kata Yahuda.

Saat ini pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada calon investor dan investor yang sudah ada mengenai transaksi melalui sistem online. Edukasi tersebut berupa pelatihan gratis mengenal produk pasar modal hingga syarat dan tata cara transaksi serta analisa saham yang bagus. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…

Profit Taking Investor Bikin IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Marak di Semester Kedua - Pefindo Taksir Obligasi Capai Rp 135 Triliun

NERACA Jakarta – Memasuki semester kedua tahun ini, banyak sentimen positif yang bakal menjadi pemicu tren pasar obligasi kembali marak.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…