OJK Tetapkan Chitose Masuk Efek Syariah

Perusahaan furniture, PT Chitose Internasional masuk sebagai efek syariah sejak 17 Juni 2014. Hal tersebut ditetapkan langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, keputusan sebagai efek syariah disampaikan berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor Kep 24/D.04/2014 tanggal 20 Mei 2014 tentang Daftar Efek Syariah. PT Chitose Internasional telah menyampaikan pendaftaran untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 14 April 2014. penyataan pendaftaran tersebut memenuhi persyaratan sebagai efek syariah.

Adapun sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan OJK, yakni dokumen pernyataan dalam rangka IPO perseroan dan data pendukung lainnya, berupa data tertulis yang diperoleh dari perusahaan maupun pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Sekedar informasi, perusahaan yang bergerak di bidang furniture ini menawarkan harga perdana saham sebesar Rp330.Dengan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 300 juta saham, maka dana yang diperoleh dari gelaran IPO ini mencapai Rp99 miliar. dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk ekspansi pabrik.

Chitose telah mendapatkan efektif dari OJK pada 17 Juni 2014. Sementara penawaran saham perdana dilakukan pada 19,20 dan 23 Juni. Adapun penjatahan pada 25 Juni, distribusi eletronik dan pengembalian uang pemesanan pada 26 Juni, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 juni 2014. Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriters).

Dalam pengembangan bisnisnya, perseroan berencana kembali mengembangkan produk berbasis kayu olahan. Presiden Direktur PT Chitose Internasional Tbk, Dedie Suherlan pernah bilang, produk kayu pernah diproduksi Chitose di tahun 90-an dengan tujan ekspor ke Jepang. Namun dihentikan karena pemerintah saat itu melarang ekspor produk berbahan baku kayu ramin,”Selama 35 tahun, kita dikenal dengan produk berbasis metal. Dengan peningkatan daya beli, dan model berbasis kayu yang mulai diminati, kita coba kembangkan itu. Apalagi wood base nilai jualnya tinggi,”ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…

Danai Infrastruktur Jangka Panjang - OJK Dorong Pemda Manfaatkan Pasar Modal

NERACA Jakarta – Perkenalkan instrumen pasar modal yang dinilai layak untuk mendanai infrastruktur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemerintah daerah…

BRI Syariah Terima Pelunasan Biaya Haji dari 9.642 Jamaah

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 9.642 calon jamaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di BRI…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…