Acset Kantungi Kontrak Baru Rp 370 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten konstruksi, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berhasil mencatatkan kontrak baru sampai dengan pertengahan Juni tahun ini sebesar Rp370 miliar. Pencapaian kontrak baru tersebut bertumpu pada beberapa proyek swasta, seperti gedung bertingkat dan apartemen.

Direktur Keuangan Acset Indonusa, Agustinus Hambadi mengatakan, perolehan kontrak sampai sekarang baru mencapai sekitar 24,67% dari target tahun ini sebesar Rp1,5 triliun. Dimana kontrak tersebut terdiri dari pondasi dan kontruksi, tercatat pondasi sebesar Rp250 miliar dan sementara sisanya sekitar Rp120 miliar dari konstruksi,”Untuk pondasi kami ada di Thamrin Nine Phase 2, Taman Anggrek Residence, TCC Batavia Tower 2 serta Gayanti City,”ujarnya di Jakarta, Kamis (19/6).

Sementara untuk proyek konstruksi, dia menuturkan, Harris Hotel dan Yello Hotel. Menurut dia, meskipun perolehan kontrak baru belum mencapai 50%, namun perseroan optimistis raihan kontrak baru tahun ini dapat tercapai. Maka untuk mencapai target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp60 miliar.

Disebutkan, sumber pendanaan belanja modal berasal dari pinjaman perbankan dan kas internal. Rencananya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembelian alat berat dan pengembangan usaha perseroan. Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 39,50 per saham atau totalnya mencapai Rp 19,75 miliar.

Disebutkan, total dividen tersebut sekitar 19,91% dari perolehan laba tahun lalu

sebesar Rp99,21 miliar dan sementara sisanya akan dialokasikan untuk dana cadangan dan laba ditahan,”Sebesar Rp3 miliar akan dialokasikan dan dibukukan sebagai dana cadangan dan sisa laba bersih lainnya akan dibukukan sebagai laba ditahan,” kata Direktur Utama PT Acset Indonusa Tbk Ronnie Tan Tiam Seng.

Sementara itu, perseroan pada tahun ini berencana membentuk entitas usaha baru di bidang penyewaan alat berat. Entitas anak tersebut khusus menangani bisnis ini diberi nama PT Sacindo Machinery. PT Sacindo Machinery direncanakan dapat beroperasi dalam satu sampai dua bulan ke depan. Alasan ACST membentuk anak perusahaan baru lantaran melihat adanya peluang pasar yang positif di bidang bisnis penyewaaan alat berat.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan membidik pendapatan sebesar Rp1,3 triliun atau naik sebesar 28,7% dari pendapatan 2013 sebesar Rp1,01 triliun. Selanjutnya, untuk laba ditargetkan sebesar Rp121,5 miliar atau naik 21,5% dari realisasi 2013 sebesar Rp100 miliar. (bani)

Related posts