Tugu Mandiri Siap Laksanakan Percepatan Bisnis

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri saat ini tengah menyiapkan skenario berupa langkah kerja pengembangan usaha dalam rangka masuknya tambahan modal. Skenario ini diyakini dapat mendukung percepatan bisnis perusahaan, khususnya dalam mengembangkan produk asuransi individu serta peningkatan pelayanan.

Direktur Utama Tugu Mandiri, Lilies Handayani menjelaskan, berkaitan dengan rencana tersebut Tugu Mandiri sudah mendapatkan setoran modal dalam rangka pemenuhan persyaratan permodalan dari seluruh Pemegang Saham, dan untuk mendapatkan lagi modal yang rencananya akan digunakan bagi pengembangan bisnis yang tertuang dalam roadmap 2014 hingga 2024 yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir Juni 2014 nanti.

Khusus untuk pengembangan bisnis, seperti telah direncanakan di awal tahun bahwa Tugu Mandiri tengah menguatkan distribusi keagenan dan bancassurance dengan menambah armada agen hingga 1000 agen serta membangun sistim IT yang lebih modern guna meningkatkan pelayanan kepada seluruh nasabah.

Hingga Mei 2014, kinerja bisnis Tugu Mandiri mengalami pertumbuhan positif bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan premi tumbuh sebesar 52% dibanding periode yang sama tahun lalu atau mencapai 64% dari target 2014. Pertumbuhan premi ini diikuti dengan meningkatnya kinerja investasi perusahaan sebesar 31% dibanding periode yang sama tahun 2013.

“Kinerja Tugu Mandiri dapat dikatakan sudah masuk kategori lebih baik dibanding tahun lalu. Kita berharap kinerja di Semester II 2014 nanti semakin baik lagi sehingga dapat terus melakukan ekspansi pasar lebih agresif lagi," jelasnya di Jakarta, Kamis.

Strategi pemasaran

Kinerja positif Tugu Mandiri tidak lepas dari penerapan strategi bisnis perusahaan yang aktif melakukan ekspansi pasar dengan memperkuat distribusi keagenan, membangun sinergi dengan sejumlah bank dalam kerangka bancassurance serta memasarkan produk individu, seperti produk unitlinkPower Link.

Strategi juga ditempuh melalui peningkatan pelayanan dengan sekitar 1.000 provider kesehatan di seluruh Indonesia dalam kaitannya dengan kerja sama Coordination of Benefits untuk program Jaminan Kesehatan Nasional antara BPJS Kesehatan dan Tugu Mandiri, dimana Tugu Mandiri menjadi salah satu dari tiga perusahaan asuransi jiwa pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Sejalan dengan strategi pengembangan bisnis perusahaan, program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Tugu Mandiri tahun ini juga mentargetkan dana kelolaan dari pasar individu. Membaiknya kondisi ekonomi dan investasi serta meningkatnya kesadaran pelaku bisnis untuk memberikan program DPLK bagi karyawan menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat meningkatkan secara signifikan dana kelolaan DPLK Tugu Mandiri.

Salah satu upaya yang dilakukan DPLK Tugu Mandiri adalah promosi dan penjualan program bundling program DPLK plus PA. "Dalam program ini DPLK Tugu Mandiri menawarkan manfaat pensiun ditambah manfaat perlindungan kecelakaan atau Personal Accident”. [ardi]

Related posts