Mengintip Prospek Bisnis Toko Sembako

Walau pemainnya cukup banyak, namun peluang bisnis toko sembako masih terbuka lebar. Agar mampu bertahan dibutuhkan kretifitas si empunya usaha.

NERACA

Mungkin kita pernah berangan-angan memiliki usaha. Tetapi banyak orang yang tidak bisa mengembangkan usahanya, karena usaha yang dipilihnya termasuk usaha yang saulit. Jika Anda tak mau pusing, ada usaha yang sangat mudah dijalani yakni usaha penjualan sembako.

Maklum saja, usaha ini bisa dilakukan siapa saja, baik yang sudah bekerja ataupun ibu rumah tangga. Dan keuntungannya juga tak tanggung-tanggung. Seperti Khaerani atau yang akrab disapa Eni (salah satu pemilik usaha sembako di bilangan Depok Jawa Barat, dalam satu hari saja pendapatannya bisa mencapai jutaan rupiah. “Kalau namanya dagangan sih gak bisa di prediksi, seperti minyak misalnya, orang membeli minyak kan tidak langsung habis dalam sehari,” sebut dia.

Menurut Eni, mengenai modal usaha ketika awal membuka toko sembako, dirinya tak mengeluarkan biaya yang besar. Tetapi, kata dia lagi, alangkah lebih baiknya jika usaha ini dibarengi modal yang besar. Tetapi, dimulai dari yang kecil-kecil dan terus berkembang seiring waktu. “Waktu itu saya hanya mengeluarkan dana sebesar Rp5 juta, dana itu berikut dana untuk pembuatan etalase,” kata dia.

Seperti diketahui, bisnis toko sembako memang tidak ada matinya. Makanya tak heran jika banyak yang melirik bisnis ini. Meski demikian, bukan berarti tak ada kendala dalam bisnis ini. Mereka yang tak siap dengan strategi jitu akan tergusur teratur.

Dengan kata lain, seleksi alam akan menentukan mana pengusaha yang baik dan tidak. Contohnya, sebelum Eni membuka toko, di komplek sekitar rumahnya sudah ada terlebih dahulu sebuah toko serupa. Namun, mereka tak bertahan lama.

Untuk itu, jika ingin menjadi pedagang, jadilah pedagang yang yang cerdas. Diperlukan kreatifitas di sini. Caranya, selalu mempelajari keinginan konsumen dan mau mendengar keluhan mereka. Di samping itu, juga harus tahu bagaimana menghadapi persaingan usaha dengan tetangganya yang sudah lebih dulu membuka usaha.

Yang terpenting, soal harga, jangan mematok harga dengan harga yang tinggitinggi, karena suksesnya bisnis ini karena banyaknya pelanggannya. Maka dari itu, pelaku usaha harus selalu ramah dan sering bercanda dengan konsumennya, sehingga diantara mereka terjadi keakraban dan hubungan emosional. “Ya, kalau kita judes gak ada yang mau beli di toko kita dong,” tegas Eni.

Memang, apa yang dilakukan Eni ternyata manjur. Beberapa pedagang yang ada di sekitar tempat tinggalnya berangsur-angsur tutup karena tidak kuat bersaing. Hampir semua pelanggan warung lain berpindah ke warungnya. Apalagi setiap tahun, menjelang lebaran misalnya, Eni tak segan-segan memberi bingkisan kepada tetangganya berupa paket sembako, makanya para pelanggan semakin lengket dan lebih memilih untuk belanja di toko miliknya.

Tak hanya itu, faktor kelengkapan barang dagangan juga sangat mempengaruhi kesuksesan sebuah toko sembako. Pasalnya, pelanggan tidak mau direpotkan untuk membeli sebuah barang di sana, dan membeli barang lain di tempat lain. Pastinya, jika toko yang Anda miliki lengkap tentu saja akan memberikan nilai tersendiri di mata pelanggan. “Saya mencoba berkaca pada diri saya sendiri, saya saja malas jika harus direpotkan dengan membeli ini itu di tempat berneda,” tutur dia.

Related posts