Melirik Potensi Bisnis Minimarket

Sektor konsumer yang menawarkan kebutuhan mendasar konsumen, seperti makanan dan minumanmenjadikan bisnis retail berkembang sangat pesat, akibatnya konsep mini market pun tumbuh pesat. Proyeksinya, di tahun 2014 persaingan di bisnis ritel antara peritel tradisional dan modern seperti hipermarket, supermarket, dan mini market ini pun akan semakin kompetitif. Bagi orang-orang yang bergelut di dunia pemasaran, hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri. Apalagi dengan ragam kebutuhan serta karakter konsumen.

Oleh karena itu, kelihaian seorang penjual maupun orang-orang yang bertanggung jawab atas penjualan produk perusahaan akan sangat menentukan seberapa besar pertumbuhan perusahaan tersebut. Pasalnya, hasil penjualan tentunya berkontribusi cukup signifikan terhadap pendapatan dan keuntungan usaha. Khususnya, untuk sektor yang bergerak di bidang barang konsumsi (consumer good).

Namun perlu dicatat, meski pertumbuhannya cukup agresif, di tahun 2011 pertumbuhan perdagangan secara umum masih sekitar 7% sehingga tidak dapat disimpulkan untuk menjual Fast Moving Consumer Good (FMCG) di Indonesia hanya mengandalkan distribusi tunggal melalui pasar modern. Tentunya, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, utamanya bagi pelaku usaha atau seseorang yang bergelut di bidang pemasaran sehingga bisa tetap eksis di pasar.

Salah satunya, faktor psikologi. Tidak banyak pebisnis atau penjual yang tahu begitu besarnya pengaruh ilmu psikologi dan antropologi berperan untuk menggolkan produk di pasar. Meskipun beberapa orang tidak menyetujui teori tersebut, namun kenyataannya untuk industri tertentu hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius.

Padahal, sebenarnya hanya ada dua alasan yang mendasari seseorang untuk membeli suatu produk di pasar, mendapatkan keuntungan dari produk itu sendiri secara langsung (functional product benefits) dan keuntungan yang diperoleh secara emosional (emotional product benefits). Oleh karena itu, sebagai pemain di industri ini, seseorang perlu memiliki strategi pemasaran yang tepat sehingga bisa sukses masuk pasar, bahkan menangkap segmen pasar berpenghasilan rendah.

Di tahun 2014, sebagian perusahaan tidak ingin mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan promosi. Sementara seorang marketer atau penjual dituntut untuk dapat melakukan penjualan atas produk-produk perusahaan. “Tanpa jaringan yang kuat dalam perdagangan modern, peluang keberhasilan Anda akan jauh lebih kecil meski Anda berada di perusahaan FMCG lokal yang secara eksklusif melakukan penjualan,” papar salah satu pelaku bisnis ritel, Alex.

Dengan demikian, mempelajari secara detil dan konsisten menekuni bisnis pada industri yang digeluti menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Apalagi tidak ada sekolah yang mengajarkan secara langsung untuk sukses menjadi marketer yang handal, tanpa proses trial and error.

BERITA TERKAIT

Pemanfaatan Tanah Kas Desa Sebagai Potensi Desa

  Oleh: Arief Nugraha, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Desa saat ini sudah diberikan kebebasan untuk mengatur wilayah,…

Siapkan Belanja Modal Rp 7,5 Triliun - XL Perkuat Jaringan Daerah Potensi Wisata

NERACA Bayuwangi - Banyuwangi adalah salah satu daerah yang sukses mengembangkan potensi pariwisatanya dengan memanfaatkan sarana digital sebagai sarana promosi.…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - BCA Life Gandeng Mizuho Balimor Finance

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan bisnis asuransi kredit, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) perluas kerjasama dengan perusahaan pembiayaan atau…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…