Tanda Belum Harmonisnya Pusat dan Jakarta

Terlihat jelas, faktor birokrasi masih menjadi hambatan utama pelaksanaan sejumlah proyek besar di Jakarta. Di antaranya, adalah prosedur ruilslag (tukar guling) stadion Olah Raga Lebak Bulus di Jakarta Selatan dengan Stadion Taman BMW di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dan, satu lagi soal ketentuan hukum penyelenggaraan electronic road pricing (ERP).

Stadion Lebak Bulus harus dibongkar karena akan dijadikan sebagai home base atau depo dan menjadi stasiun utama dari proyek kereta cepat mass rapid transit (MRT) koridor selatan – utara tahap pertama (Lebak Bulus – Bunderan HI). Pembongkaran tersebut diberitakan dihambat oleh birokrasi di Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) yang mengelola stadion itu.

Padahal, yang terjadi adalah tidak jalannya alur birokrasi di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yaitu belum diserahkannya legalitas status lahan tempat stadion BMW berdiri. Hal itu terkuak saat pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkomunikasi melalui SMS dan BBM dengan Menpora RM Roy Suryo.

Awal pekan lalu (9/6), Ahok, sapaan Basuki, menghubungi Roy untuk menanyakan masalah proyek MRT tersebut. Sebab, sebelumnya Roy mengancam mengajukan somasi ke Gubernur DKI karena menyatakan Kemenpora telah menghambat proyek MRT. Kedua pejabat itu, Roy dan Ahok sependapat, telah ada miskomunikasi antar- aparat di bawahnya.

Roy belajar dari pengalaman dengan kasus pembongkaran stadion Menteng untuk dijadikan taman kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Namun, pembongkaran stadion Menteng tak diikuti penggantian lahan lain sebagai pengganti tempat stadion itu. Akibatnya, hilang satu aset sarana olah raga di Jakarta.

Kurang harmonisnya pusat dan daerah juga ditandai oleh terkatung-katungnya proyek ERP. Untuk melaksanakan ERP, diperlukan payung hukum. Sebetulnya sudah diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sampai sekarang, peraturan pemerintah (PP) tentang ERP belum juga terbit.

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Tingkatkan Kendali Pusat

Kritik tajam Bank Dunia terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang dianggap berkualitas rendah, minim dana, tidak direncanakan dengan baik, rumit, dan…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Bisa Kenakan Tarif Bagasi Setelah Sosialisasi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan pihak Lion Air dan Wings Air bisa mengenakan tarif bagasi setelah sosialisasi yang…

Harga Tinggi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan harga tiket pesawat yang…