Banggar Setuju RAPBN-P 2014

NERACA

Jakarta -Rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) dengan Pemerintah telah menyepakati draf RAPBN-Perubahan 2014, untuk diajukan dalam rapat paripurna DPR RI dan disahkan menjadi Undang-Undang."Kita menyetujui hasil Panja dan pandangan mini fraksi serta pendapat pemerintah, agar bisa dilaksanakan pembicaraan tingkat dua di rapat paripurna," kata Ketua Badan Anggaran Ahmadi Noor Supit saat memimpin rapat kerja di Jakarta, Rabu (18/6) malam.

Postur RAPBN-Perubahan 2014 antara lain pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp1.635,34 triliun atau kelebihan Rp37,6 triliun dari postur awal Rp1.597,7 triliun dan belanja negara Rp1.876,8 triliun atau selisih Rp27,4 triliun dari postur awal Rp1.849,4 triliun.Dengan demikian, defisit anggaran hasil pembahasan rapat Panja adalah Rp241,49 triliun atau 2,4% terhadap PDB, lebih rendah dari draf awal RAPBN-Perubahan 2014 yaitu Rp251,7 triliun atau 2,5% terhadap PDB.

Untuk belanja subsidi energi, Badan Anggaran dan Pemerintah sepakat untuk menetapkan pagu belanja sebesar Rp350,3 triliun atau turun Rp41,8 triliun dari pagu awal RAPBN-Perubahan 2014 sebesar Rp392,1 triliun.Selain itu, pemangkasan belanja Kementerian Lembaga ditetapkan sebesar Rp43,025 triliun atau lebih rendah Rp56,97 triliun, dari usulan awal yang disampaikan pemerintah sebelum dilakukan pembahasan dengan Badan Anggaran yaitu Rp100 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

MENKEU MINTA MASUKAN DARI KALANGAN PENGUSAHA - Presiden: Para Menteri Tetap Susun RAPBN 2020

Jakarta-Presiden Jokowi meminta jajaran menteri Kabinet Kerja tetap menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dengan prinsip berkelanjutan,…

Menko Maritim Setuju Penyedia Avtur Tidak Hanya Pertamina

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan setuju jika ada badan usaha penyedia avtur lain selain…

Bupati Sukabumi: Presiden Jokowi Setuju Cikidang Menjadi KEK

Bupati Sukabumi: Presiden Jokowi Setuju Cikidang Menjadi KEK NERACA Sukabumi - Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan Presiden RI Joko Widodo…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Indonesia Masih Butuh Sistem Birokrasi Lebih Cepat

  NERACA   Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dalam menghadapi dunia persaingan dewasa ini, Indonesia membutuhkan sistem birokrasi…

Empat Dana Abadi akan Tersaji di 2020

  NERACA   Jakarta - Kantor Staf Kepresidenan menyebutkan Indonesia akan memiliki empat jenis dana abadi untuk berbagai kebutuhan mulai…

Produk Unggulan Taiwan Siap Dipamerkan

    NERACA   Jakarta – Setiap tahunnya, Taiwan selalu menyelenggarakan kompetisi yaitu Taiwan Excellence Awards yang mana produk lokal…