Chitose Tawarkan Harga IPO Rp 330 Per Saham

NERACA

Jakarta - PT Chitose Internasional menawarkan harga perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp330, dengan nominal saham Rp100. Dengan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 300 juta saham, maka dana yang diperoleh dari gelaran IPO ini mencapai Rp99 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk ekspansi. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perusahaan yang bergerak di bidang furniture ini berencana membangun pabrik, yang diharapkan bisa beroperasi paling cepat pada tahun depan. Chitose telah mendapatkan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Juni 2014. Sementara penawaran saham perdana akan dilakukan pada 19,20 dan 23 Juni.

Sementara penjatahan dilakukan pada 25 Juni, distribusi eletronik dan pengembalian uang pemesanan pada 26 Juni, pencatatnan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 juni 2014. Adapun penjamin pelaksana efek adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas.

Sebagai informasi, PT Chitose Internasional Tbk berencana kembali mengembangkan produk berbasis kayu olahan. Presiden Direktur PT Chitose Internasional Tbk, Dedie Suherlan pernah bilang, produk kayu pernah diproduksi Chitose di tahun 90-an dengan tujan ekspor ke Jepang. Namun dihentikan karena pemerintah saat itu melarang ekspor produk berbahan baku kayu ramin,”Selama 35 tahun, kita dikenal dengan produk berbasis metal. Dengan peningkatan daya beli, dan model berbasis kayu yang mulai diminati, kita coba kembangkan itu. Apalagi wood base nilai jualnya tinggi,”ujarnya.

Menurut dia, untuk pabrik baru, perseroan mencoba jenis baru, tidak semata generik dengan produk yang ada. "Melengkapi kategori kita. Jadi material dasar kayu olahan. Target market sudah ada, yakni uper category, biar merata. Kapasitas sedang kita jajaki," ungkap Dedie.

Timotheus J. Paulus, Direktur Perseroan menjelaskan, wood base dimaksud adalah model tampilan (cover) kayu pada produk Chitose, namun panelnya adalah kayu olahan seperti bubur kertas MDF, dan partikel kayu sebagai bahan panel, atau playwood. "Jadi bagian dalam bisa dari bahan apa saja, seperti partikel kayu atau bubur kayu, bisa juga metal dan melamin, tetapi covernya ditempel kertas model kayu, jadi kelihatan seperti kayu. Ini di Jepang sudah jadi tren," kata Thimoteus.

Oleh karena nilai jual yang tinggi, lanjut dia, maka wood base ini akan difokuskan untuk pasar uper category konsumen. Saat ini Chitose mulai menyasar konsumen di midle category setelah menguasai bottom cotegory. "Wood base ada unsur natural. Jadi dia tidak mengubah interior rumah. Ini yang membuat nilai jualnya tinggi," ujar Thimoteus.

Sejauh ini produk Chitose lebih dikenal berbasis business line manufacturing dan product lines steel chair furnitures yang memproduksi lebih dari satu juta kursi pada setiap tahunya untuk pasar domestik dan internasional. Salah satu produk terlarisnya adalah kursi lipat YAMATO yang berkontruksi pipa dan plat.

Lebih lanjut Thimotius menjelaskan, produk wood base akan mulai diproduksi di pabrik baru perseroan yang juga akan dibangun di wilayah Cimahi, Jawa Barat,”Pabrik baru kita harapkan sudah beroperasi paling lambat awal 2016, kalau cepat proses pembangunan pabrik dan pemasangan mesin, bisa akhir 2015," ujarnya. (bani)

Related posts