Bank Dinar Cari Pendanaan Lewat Bursa - Lepas 500 Juta Saham Ke Publik

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan likuiditas pendanaan, PT Bank Dinar Indonesia Tbk memantabkan untuk mencari modal lewat pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan bakal melepas saham ke public maksimal 500 juta saham dengan nominal Rp100. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, jumlah tersebut setara dengan 22,2% dengan masa penawaran 18-23 Juni 2014. Selain itu perkiraan tanggal pencatatan pada 11 Juli 2014. Nantinya, dana hasil IPO tersebut 75% untuk mendukung kredit dan 25% untuk pengembangna jaringan perseroan. Untuk aksi korporasi ini, perseroan sudah menunjuk AAA Securities sebagai penjamin emisi.

Bank Dinar menggunakan laporan keuangan 31 Desember 2013 sebagai dasar valuasi IPO. Pada periode tersebut, Bank Dinar membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 30,38 miliar, naik 80,97% dibandingkan tahun 2012. Sementara laba komprehensifnya tercatat sebesar Rp 7,57 miliar, naik 56,36% dibanding tahun lalu.

Untuk laba bersih perseroan tahun lalu tercatat sebesar Rp7,5 miliar dari Rp2,7 miliar pada tahun 2012. Untuk pendapatan bunga bersih mencapai Rp30,3 miliar dari Rp13,5 miliar. Sementara total utang perseroan mencapai Rp581,2 miliar. Sedangkan total aset mencapai 854,8 miliar dari 523,7 miliar pada 2012.

Pada tahun 2013, tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Dinar tercatat sebesar 86,05% lebih rendah dari tahun 2012 yang sebesar 101,35%. Dalam menjaga tingkat LDR, Bank Dinar bakal melakukan ekspansi kredit dan meningkatkan dana pihak ketiga dari masyarakat. Saat ini rasio kecukupan modal (CAR) perseroan tercatat sebesar 44,02%. Dalam perhelatan IPO ini, Bank Dinar memperkirakan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 18-23 Juni, masa penawaran pada 2-4 Juli, penjatahan pada 8 Juli, dan distribusi pada 10 Juli.

Sebagai informasi, tahun ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menarget jumlah IPO sebanyak 31 calon emiten. Angka ini sama dengan target tahun lalu. Dimana target BEI tahun ini lebih konservatif karena pertimbangan tahun politik. Industri pasar modal dalam negeri tercatat sebagai negara dengan penawaran saham perdana atau initial public offering tertinggi di kawasan ASEAN.

Analis pasar modal Reza Priyambada menilai, fundamental ekonomi Indonesia yang positif mendorong pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) BEI paling tinggi dibandingkan bursa saham lainnya di kawasan ASEAN,”Kondisi pasar saham domestik cukup stabil seiring dengan ekspektasi ekonomi Indonesia yang positif, serta kuatnya permintaan investor membuat jumlah IPO di BEI paling banyak dibandingkan bursa saham ASEAN," ujarnya.

Menurut dia, fundamental ekonomi domestik yang cukup positif itu mendorong perusahaan melakukan ekspansi dalam rangka menumbuhkan kinerjanya."Untuk melakukan ekspansi, perusahaan membutuhkan dana, salah satunya didapat melalui IPO," ucapnya.

Dari data yang dihimpun per Mei 2014, aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 11 perusahaan, jumlah itu sama dengan bursa saham Thailand (The Stock Exchange of Thailand) sebanyak 11 perusahaan. Selain itu, bursa saham Singapura (Singapore Exchange) sebanyak delapan perusahaan, bursa Malaysia (KLSE) lima perusahaan, dan bursa Filipina atau The Philippine Stock Exchange (PSE) sebanyak tiga perusahaan,”Didukung adanya pemilu presiden, apalagi hasil pemilu sesuai dengan ekspektasi pasar, maka IPO di dalam negeri akan semarak," kata Reza Priyambada. (bani)

Related posts