Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini - Mengasah Kecerdasaan Anak Dalam Finansial

NERACA

Menanamkan kebiasaan menabung sejak dini pada anak adalah salah satu cara untuk mengasah kecerdasan mereka di bidang finansial. Hal tersebut akan banyak manfaat yang dapat diberikan jika anak sudah diajarkan menabung sejak dini.

Menurut psikolog Ratih Ibrahim, mengajarkan anak menabung sejak usia dini bermanfaat untuk pembentukan karakternya. Secara luas, masyarakat dunia berubah dengan cepat dan dinamis, karena itu kita butuh sumber daya yang berkompeten. Dengan menabung, berarti kita memfasilitasi perkembangan seluruh aspek kecerdasan anak.

Banyak yang beranggapan tidak baik untuk mengenalkan uang pada anak, karena anak dikhawatirkan akan menjadi konsumtif atau mata duitan. Namun, kata Ratih, mengenalkan anak sejak dini pada uang justru mengajak mereka menghargai uang. Selain itu mereka juga sekaligus belajar berhitung dari nominalnya.

Pengenalan uang bisa dilakukan pada saat anak berusia satu sampai tiga tahun. Lalu menanamkan perilaku menabung dengan menggunakan celengan, untuk uang koin dan uang kertas. Baru pada usia enam tahun atau ketika mereka menjejak bangku SD, tahap menabung boleh berlanjut pada pengelolaan uang.

"Selain itu, mendidik dan melindungi anak menunjukan karakter yang kuat dari bangsa Indonesia yang bermartabat. Kita semua menyadari bahwa pendidikan bagi anak merupakan investasi sosial yang keberlanjutan demi pembangunan bangsa, karena Anak adalah pewaris negeri, merekalah yang akan menentukan maju serta mundurnya negeri ini di keesokan hari. Dengan demikian, gagal memberikan pendidikan yang baik terhadap anak akan berujung pada kegagalan suatu negeri dalam mempersiapkan kehidupan masa akan datang yang lebih baik,” katanya.

Related posts