Intiland Tetap Yakin Properti Tumbuh Stabil - Rezim Suku Bunga Tinggi

NERACA

Jakarta - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tetap bertengger di posisi 7,5% selama tujuh bulan. Sebelumnya diprediksi bahwa industri properti terancam lesu sepanjang 2014 lantaran Pemerintah menerapkan kebijakan moneter ketat, salah satunya suku bunga tinggi.

Namun, pengembang PT Intiland Develoment Tbk mengaku kalau prospek pertumbuhan properti akan tetap positif. Meskipun tahun ini merupakan tahun berat bagi industri, karena bukan hanya BI Rate tinggi dan melemahnya rupiah, tetapi ada proses pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 mendatang.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, mengatakan meskipun BI Rate tinggi namun dirinya mengatakan kalau tren industri properti tetap stabil. "Kita akui kalau BI Rate tetap tinggi di level 7,5%. Tapi saya optimistis tren (pertumbuhan properti) stabil," ujarnya, saatpublic exposedi Jakarta, Rabu (18/6).

Archied mengatakan, perseroan sudah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi macetnya pembangunan proyek. Bahkan menurut Archied, perbankan sudah mulai stabil menggelontorkan kredit. Namun sayang, dirinya tidak menyebutkan langkah perseroan ke depan. "Antisipasi tetap ada. Kita juga melihat ada kestabilan di pendanaan perbankan. Mereka mulai lancar (mengucurkan kredit ke sektor properti)," terang dia.

Sebelumnya, Chief Economist Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan menilai, tingginya suku bunga acuan atau (BI Rate) yang bertengger di level 7,5% dinilai membuat pertumbuhan penjualan properti akan lambat pada tahun ini.

Padahal kebutuhan masyarakat akan produk properti masih tinggi. Mencapai 800 ribu unit per tahun. “Tapi yang dapat dipenuhi oleh pengembang hanya sebesar 300 ribu unit per tahun. Namun pemerintah justru memperlambat pertumbuhannya. Maka sangat besar potensinya terjadiover valuepada harga properti di dalam negeri. Akhirnya masyarakat sendiri yang sulit,” terang Fauzi, beberapa waktu lalu. [ardi]

Related posts