Investor Sumut Masih Pilih Wait And See - Menunggu Hasil Pilpres

NERACA

Medan – Tahun politik masih disikapi pelaku pasar sebagai tahun yang penuh kekhawatiran. Pasalnya, pemilu presiden ini (Pilpres), banyak pelaku pasar modal, khususunya investor di Sumatera Utara lebih memilih wait and see sambil menunggu pemenang pemilu presiden nanti.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PPIM) PT Bursa Efek Indonesia, M Pintor Nasution mengatakan, investor Sumatera Utara saat ini lebih bersikap wait and see sambil menunggu pemerintahan baru, “Hingga mendekati Pilpres investor terlihat masih ragu sehingga jumlah investor baru di Sumut juga bertumbuh melambat," ujarnya di Medan, Rabu (18/6).

Menurutnya, masih ragunya investor bermain di pasar modal menjelang Pemilu merupakan hal biasa, tetapi PIPM terus melakukan edukasi agar investor tetap bergairah dan calon investor tidak ragu untuk menjadi pemain saham.

Apalagi, kata dia, nyatanya situasi keamanan di dalam negeri tetap terjaga baik hingga mendekati Pemilu Presiden. Hal ini dilakukan agar nantinya pasar modal semakin diminati, PIPM berharap Presiden terpilih adalah sosok yang bisa semakin meningkatkan perekonomian.

Edukasi bukan hanya dilakukan secara 'door to door" seperti ke perguruan tinggi, tetapi Bursa Efek Indonesia juga menggelar "Sekolah Pasar Modal" secara gratis. Pelatihan gratis itu yang akan dimulai bulan ini dengan sistem per gelombang, menurut dia, diharapkan semakin memberikan pemahaman tentang seluk beluk bermain saham yang merupakan salah satu instrumen investasi,”Dengan semakin paham, maka diharapkan jumlah investor di Sumut terus bertambah," katanya.

Pintor menyebutkan, hingga Mei 2014, jumlah investor termasuk dari kalangan mahasiswa di Sumut sudah mencapai 18.890 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.228 orang merupakan investor baru dari target PIPM sebanyak 2.000 orang tahun ini,”Jumlah investor di Sumut memang terus naik, tetapi masih dinilai belum optimal melihat potensi yang masih cukup besar,”ungkapnya.

Dia juga menambahkan, pada awal 2013 jumlah investor di Sumut masih sekitar 15.872 orang. Sementara

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5, Achmad Fauzi mengatakan, edukasi tentang lembaga keuangan memang perlu ditingkatkan terus untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat dan khususnya menghindari nasabah mengalami kerugian,”Dengan edukasi, masyarakat bisa semakin berminat menggunakan lembaga keuangan termasuk pasar modal yang di luar negeri menjadi salah satu penggerak ekonomi,”paparnya.

OJK sendiri, kata dia, meningkatkan pengawasan agar lembaga keuangan baik bank maupun non bank serta nasabah sama-sama diuntungkan. Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito pernah bilang, momentum pilpres tidak akan menghambat pergerakan indeks di Bursa.

Sedangkan menurut pengamat Pasar Modal Recapital Asset Management Pardomuan Sihombing, ekonomi yang membaik dan harapan akan pemilu presiden Juli berjalan lancar jadi faktor pendorong aksi beli tersebut. Tercatat dana asing masuk Rp 2 triliun melalui pembelian saham,”Ekonomi yang membaik dan harapan Pemilu Presiden yang berjalan lancar," kata Pardomuan.

Disamping itu, pelaku pasar sudah menerima pencalonan presiden dan wakil presidien Prabowo-Hatta. Sebelum pemilihan legislatif, pasar hanya mengelu-elukan Jokowi. Kini, setelah pemilihan legislatif usai Prabowo-Hatta termasuk dua sosok yang pasar terima secara positif. (ant/bani)

Related posts