Mensinergikan Potensi Wisata Kepulauan Gili-Gili - Koperasi Angkutan Laut Karya Bahari, Lombok, NTB

Lombok - Objek wisata Kepulauan Gili-Gili seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memang sudah kesohor di seluruh jagat raya. Pantainya yang indah dengan hamparan pasir putih, ditambah dengan panorama bawah laut dengan berbagai spesies ikan hias maupun terumbu karang. Inilah yang menjadi daya tarik bagi turis mancanegara maupun dalam negeri untuk berkunjung kesana.

Tak heran bila hingga kini, pulau kecil yang kini menjadi objek wisata kelas dunia itu masih menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Wilayah ini bebas polusi. Tak ada pencemaran udara akibat emisi gas buang dari knalpot kendaraan bermotor, membuat kawasan wisata itu semakin digandrungi.

Setidaknya, rata-rata 1.300 wisatawan berkunjung ke objek wisata bahari yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Para pelancong itu datang menggunakan kapal motor melalui Pelabuhan Bangsal dan Teluk Nara di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Namun, siapa sangka bahwa potensi bisnis wisatawan ke Gili-Gili itu mampu ditangkap oleh sebuah koperasi bernama Koperasi Angkutan Laut “Karya Bahari”. “Dulu masyarakat sekitar sini melakukan jasa penyebrangan ke tiga pulau Gili itu untuk mengangkut kelapa, kopra, dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan wisatawan, mereka pun mulai mengangkut para pelancong”, kata Abdullah DT, Ketua Koperasi Koperasi Angkutan Laut Karya Bahari, beberapa waktu lalu.

Koperasi yang lahir pada tahun 1990 itu sebagai ‘penengah’ dari keributan dari para pemilik perahu dalam berebut penumpang. “Ide Bupati untuk mendirikan koperasi kala itu mampu meredam keributan tersebut. Karena, sejak ada koperasi, pemilik perahu pun diatur dalam mendapatkan penumpang hingga sekarang”, imbuh Abdullah.

Abdullah menjelaskan, sekarang koperasi Karya Bahari mempunyai anggota sebanyak 52 orang, yang semuanya memiliki perahu kecil dengan sayap di kedua sisinya. “Lama-kelamaan, wisatawan butuh perahu yang mampu menghasilkan daya tempuh yang lebih cepat. Bila pakai perahu tradisional itu, waktu tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan sekitar 20 menit sampai 25 menit”, jelas dia.

Karena besarnya potensi tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM pun pada 2012 memberikan bantuan satu buat kapal cepat (boat) dengan kapasitas daya tampung mencapai 50-60 orang. “Waktu tempuh pun semakin cepat, hanya sekitar lima sampai 10 menit”, kata Abdullah.

Seiring dengan semakin menjulangnya nama kepulauan Gili-Gili, terutama Gili Trawangan, kinerja Koperasi Karya Bahari pun meningkat pesat. Menurut Abdullah, tahun ini sudah mampu membeli dua unit kapal cepat seharga per unitnya mencapai Rp450 juta (boat bekas) dan Rp600 juta (boat baru). Dari tiga kapal cepat itu, masing-masing mampu menghasilkan Rp40 juta setiap bulannya. “Itu pendapatan bersih setelah dipotong biaya operasional”, kata Abdullah seraya menyebutkan untuk semua kapal milik koperasi mampu menyedot tenaga kerja sebanyak 114 orang.

Banyak faktor pendukung dalam keberhasilan Koperasi Karya Bahari mengelola kapal wisata tersebut. Pertama, potensi wisata di Kabupaten Lombok Utara sangat beraneka ragam. Ini menyebabkan tingkat kunjungan turis mancanegara dan domestik sangat tinggi, sehingga pendapatan masyarakat pun turut meningkat.

Kedua, Koperasi Karya Bahari juga dikelola secara baik dan tertib administrasi. Ketiga, kinerja pengurus dan pengawas yang cukup baik. Yang tak kalah penting adalah Koperasi Karya Bahari memiliki tokoh kunci di dalam koperasi sebagai pelopor dan pengayom anggota koperasi lainnya.

Ke depan, kata Abdullah, Koperasi Karya Bahari mentargetkan untuk terus berkembang dengan meningkatkan pelayanan dan menambah armada yang lebih bagus. “Hingga sekarang kita berkembang dengan kemampuan dana sendiri dan bantuan Kemenkop UKM. Banyak pihak bank ingin memberi bantuan kredit ke kita, tapi kita tolak. Karena, kalau dengan bank maka kita akan berbagi keuntungan. Sementara kalau pakai uang sendiri, kelebihan dananya bisa kita investasikan untuk membeli kapal baru”, pungkas Abdullah.

Related posts