HSBC Luncurkan Produk Premium

HSBC Luncurkan Produk Premium

Ratusan ribu orang kaya di Indonesia bakal disasar oleh HSBC Indonesia dengan menerbitkan HSBC Premier. Layanan keuangan pribadi (personal economy) yang ditawarkan tersebut antara lain analisis kondisi finansial agar mampu memberikan profit, membantu mengenal pasar dan strategi bagaimana berinvestasi, layanan asuransi, valuta asing, overdraft, maupun jaminan pengembalian biaya transaksi pembelian reksadana terbuka dalam jangka waktu 30 hari kerja.

“Selain itu, HSBC Premier juga menawarkan layanan darurat keuangan di seluruh dunia,” kata Diza Larentie, SVP & Head of Sales and Distribution, saat peluncuran produk tersebut di sebuah hotel di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/6).

Bahkan, kata Diza, dengan layanan itu, maka nasabah HSBC Premier akan diberikan dana talangan sebesar US$ 2.000 per hari jika ada masalah keuangan di luar negeri. JIka kartu HSBC Premier itu hilang, penggantian dalam dilakukan dalam tempo hanya 2 hari saja di seluruh cabang di seluruh dunia.

Menurut dia, performa para manajer keuangan (relationship managers) HSBC diukur berdasarkan tingkat pemenuhan nasabah dan keuasan mereka terhadap layanan yang diberikan. Untuk memudahkan layanan, disarankan nasabah menggunakan RM Tablet.

Siddarth Baidwan, head of Retail Banking and Wealth Management HSBC Indonesia, menambahkan, peluncuran produk itu merupakan komitmen global bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi dan akses teknologi iOS dan android. Dengan Wealth Dashboard, kata Siddarth, pihaknya mampu memberikan pandangan tentang portopolio investasi para nasabah. “Ini jelas memudahkan nasabah untuk memantau dan mengelola investasi pribadi mereka,” kata dia.

Lalu siapa yang bisa menikmati layanan premium dari HSBC tersebut. Mereka adalah yang memiliki rekening di bank minimal Rp 500 juta. Ada delapan aspek ekonomi pribadi yang diyakini mampu mempengaruhi pengambilan keputusan. Menurut Diza, kedelapan aspek itu adalah keluarga (family), rumah (home), pekerjaan (work), aspirasi (passion), hidup (living), pengalaman (experience), dan warisan (legacy).

Peluncuran produk itu juga ditandai penyerahan personal economiy recognition kepada beberapa nasabah HSBC Premier. Di antara mereka adalah pemilik Grup Femina Mirta Kartahadiprodjo, Direktur Sales dan Pemasaran Garuda Indonesia Erik Meijer , Indrajati Walujo, bos Taman Safari Frans Manangsang, CEO BNP Paribas Vivian Cechakusuma, maupun CEO Schroders).

Sebetulnya seberapa banyak orang kaya di Indonesia? Pertumbuhan jumlah orang kaya di Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 13% hingga 2016. Jadi, total kekayaan orang kaya tersebut diperkiran mencapai US$1,2 triliun. Jumlah itu naik sebesar US$ 0,7 triliun dari tahun 2011. Dari jumlah itu, diperkirakan sebanyak 27% atau US$ 0,3 triliun akan dibelanjakan untuk membeli saham. Lalu, sebanyak 11% lagi, atau US$ 0,1 triliun dibelikan obligasi.

Lalu, dari survey Indonesia Consumer Index a yang dialukan Bank Indonesia pada Februari 2014 menunjukkan, optimism di tingkat 116,2. Menurut Siddharth, hal itu mencerminkan keyakinan konsumen Indonesia kepada pemerintah yang mampu mengelola perekonomian nasional. Hal itu juga menunjukkan sikap positif terhadap pola pengelolaan dana dan investasi.

Siapa yang akan disasar oleh HSBC? Mereka adalah orang Indonesia yang memiliki kekayaan antara Rp 1-2,5 miliar sebanyak 344 ribu orang. Lalu, yang punya kekayaan hingga Rp 2,5 – 10 miliar mencapai 208 orang. Orang kaya dengan harga senilai Rp 10 – 50 miliar sebanyak 64 orang. Sedangkan yang kekayaannya di atas Rp 50 miliar sebanyak 13 orang. Data itu diperoleh dari BC Global Market Sizing Databases 2012.

Related posts