Intiland Bagikan Dividen Rp 82,1 Miliar

NERACA

Jakarta – Berdasarkan hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk (DILD), pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 82,1 miliar atau Rp 8 per saham kepada pemegang saham

Corporate Secretary Intiland, Theresia Rustandi menuturkan, besaran dividen ini setara 25% dari total perolehan laba bersih Perseroan di tahun 2013 yang sebesar Rp 323,63 miliar,”Selain dividen, laba bersih Intiland di 2013 akan dialokasikan sebagai laba ditahan dan dialokasikan untuk dana cadangan wajib," katanya di Jakarta, Rabu (18/6).

Dia menjelaskan, perseroan telah menyisihkan sebagian laba bersih untuk dana cadangan sebesar Rp 2 miliar dan Rp 238,7 miliar bakal dibukukan sebagai laba ditahan. Hal ini dilakukan guna menunjang bisnis properti perseroan di tahun ini dan tahun mendatang.

Selain itu, tahun ini perseroan juga mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 1,8 triliun untuk mendukung kegiatan usahanya di sepanjang tahun 2014. Adapun sumber pendanaan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini akan berasal dari hasil kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan,”Sumber dana investasi tahun ini akan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Porsinya itu, sekitar 70% hingga 75% dari kas internal, dan sisanya 25% hingga 30% itu disumbang dari pinjama perbankan yang sudah ada," kata Archied Noto Pradono, Direktur Pengolahan Modal dan Investasi Intiland.

Dia mengungkapkan, dana investasi yang sebesar Rp 1,8 triliun ini akan dipergunakan perseroan untuk membiayai pengembangan proyek-proyek perseroan tahun ini. Intiland saat ini memiliki sekitar 25 proyek yang tersebar di sejumlah wilayah sekitar Jakarta dan Surabaya. Dimana sebanyak 70% dana investasi itu akan dialokasikan untuk pengembangan proyek, sementara sisanya dialokasikan untuk menambah cadangan lahan.

Sebagai informasi, Intiland saat ini memiliki cadangan lahan lebih dari 1.900 hektare (ha). Cadangan lahan tersebut berada di sejumlah lokasi, seperti di Jakarta, Tangerang, Banten, serta Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Prospek usaha Intiland juga bisa dilihat dari pencapaian kinerja penjualan. Pada triwulan I 2014, Perseroan berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp 631,77 miliar dengan proyeksi sampai akhir tahun 2014 akan mencapai Rp 2,8 triliun. Sepanjang empat tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata majemuk untuk pendapatan usaha Intiland mencapai 41%. Sementara untuk laba bersih, pertumbuhan rata-rata majemuk tahunan mencapai 89%. (bani)

Related posts