Piutang Pajak Rp72 Triliun Belum Tertagih

Piutang Pajak Rp72 Triliun Belum Tertagih

Jakarta---Pemerintah mengungkapkan piutang pajak yang belum berhasil ditagih hingga Juni 2011 mencapai Rp 72,3 triliun. Jumlah ini naik dibandingkan akhir Desember 2010 yang sebesar Rp 54 triliun. "Jumlah piutang ini naik dari hasil penelitian dan pemeriksaan yang telah kami lakukan," kata Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Dadang Suwarna di Jakarta, Rabu (10/8)

Berdasarkan data sampai Juni 2011 lalu, jumlah piutang pajak yang sudah kadaluarsa mencapai Rp 4,5 triliun. Naik dari Desember 2010 yang jumlahnya Rp 2,6 triliun. Piutang pajak yang kadaluarsa ini tidak bisa ditagih lagi karena dalam 5 tahun tidak berhasil ditagih oleh Ditjen Pajak. "Dari jumlah Rp 54 triliun, sebesar Rp 23 triliun piutang lancar, Rp 6,1 trliun kurang lancar, Rp 8 triliun diragukan, Rp 11 triliun dalam perhatian khusus, dan sisanya macet," terangnya lagi.

Lebih jauh kata Dadang, sampai Selasa (9/8/2011), jumlah penerimaan pajak non migas yang diterima Ditjen Pajak mencapai Rp 380,5 triliun, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 309 triliun. Sementara target penerimaan pajak di 2011 ini mencapai Rp 698 triliun.

Ditempat yang sama Dirjen Pajak Fuad Rahmany menegaskan program sensus pajak yang akan dilakukan oleh Drektorat Jenderal pada akhir September 2011 ini bakal mengincar orang-orang kaya Indonesia yang belum membayar pajak dengan benar. "Sensus pajak ini akan mengincar pengusaha di tempat-tempat usaha seperti di mal. Lalu orang-orang kaya juga akan didatangin. Karena masih banyak orang kaya yang pajaknya belum benar," ungkapnya

Sebelumnya, Fuad juga mengatakan sensus ini bakal menyasar pusat-pusat perbelanjaan seperti ITC hingga perusahaan kelas kakap. Sensus ini bakal berlangsung dalam waktu 2 tahun. Ditjen Pajak membuka lowongan 3.000 pekerja honorer untuk pelaksanaan sensus pajak pada akhir September nanti. Lowongan tersebut dibuka di seluruh kantor wilayah Ditjen Pajak.

Nanti, para calon pegawai honorer ini akan dilatih oleh Ditjen Pajak untuk melakukan sensus pajak. Pada intinya dalam sensus pajak nanti, seluruh pegawai ini akan mendatangi wajib pajak yang menjadi sasaran sensus tersebut.

Jadi rencananya, akhir September ini sensus pajak nasional ini akan dilakukan secara menyeluruh. Ditjen Pajak juga telah berkonsultasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan sensus ini. "Saya sudah bertemu Pak Rusman (Kepala BPS) dan beliau membantu memberikan pemikiran dan masukkan. Kami tidak bisa meminta bantuan mereka karena mereka kan juga banyak tugas melakukan pendataan dan sensus," katanya.

Fuad mengatakan, dalam sensus nanti para aparat pajak akan meminta wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban pajaknya untuk segera menuntaskannya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Wapres: Laporan Kekayaan dan Pajak Cegah Korupsi

  NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan rutin melaporkan harta kekayaan dan pajak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi…

Manusia Zaman Now : Belajar Pajak di Situs Pajak

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtiyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Situs pajak.go.id bagi masyarakat yang kenal dengan Direktorat Jenderal Pajak…

Pemerintah Janji Adil Terapkan Pajak E-Commerce

    NERACA   Jakarta - Pemerintah berjanji akan adil menerapkan pajak terhadap transaksi elektronik (e-commerce) sehingga tidak ada kesenjangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…