Jangan Abaikan Batuk - Gejala dari Penyakit yang Berat yang dapat Mematikan

Batuk merupakan penyakit yang sering kita jumpai pada orang-orang di sekeliling kita atau kita sendiri yang menderita batuk. Karena sering terjadi dan biasanya tidak berakibat buruk, maka batuk sering diabaikan atau dianggap tidak berbahaya.

NERACA

Pakar Nutrisi dan Pencegahan Penyakit, Emilia E. Achmadi, MS, di Jakarta mengatakan, batuk bukanlah penyakit, tetapi merupakan petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita baik karena penyebab yang ringan sampai merupakan gejala dari penyakit yang berat yang dapat mematikan.

Emilia, membenarkan bahwa debu, polusi, makanan yang tidak bersih, makanan dengan bahan pengawet dan berkadar gula tinggi, serta gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi pemicu utama munculnya batuk.

Menurut Emilia, batuk sesungguhnya adalah reaksi dari terjadinya iritasi yang terjadi di dalam tubuh sekaligus cara tubuh dalam mengeluarkan benda asing, lendir, atau debu dari paru-paru dan saluran nafas atas. Namun disayangkan, banyak orang, khususnya kaum muda, yang masih mengabaikan hal ini dan cenderung membiarkan batuk terjadi berlarut-larut tanpa berupaya mengatasinya.

“Jangan pernah meremehkan batuk dan membiarkannya berlarut-larut, sebab berpotensi memicu gangguan yang lebih serius yang tentunya memerlukan perawatan intensif dan biaya yang mahal. Di samping itu, jika tidak menggunakan masker atau menutup mulut pada saat batuk, maka penderita berpotensi menyebarkan kuman pemicu penyakit kepada orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, maka batuk tidak saja mengganggu diri si penderita sendiri, namun juga sudah mengganggu lingkungan sekitarnya,” tutur Emilia.

Emelia mengatakan, tidak semua batuk itu menular. Namun, ketika batuk sudah mengeluarkan lendir dan tidak ditanggulangi, lendir inilah yang menjadi lahan subur untuk bakteri, jamur. Dia menyesalkan batuk sering dianggap sepele. Padahal, batuk ini dapat mengakibatkan demam, bahkan dapat mengakibatkan inflamasi jalur pernapasan atas yang akut dan itu bisa menular.

Tindakan pencegahan yang paling baik adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Namun jika batuk tanpa disadari sudah mulai muncul, menurut Emilia, hendaknya siapapun segera mengonsumsi obat batuk yang tepat. Berkaitan dengan hal ini, Emilia sebagai pakar mengingatkan perlunya kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk hanya memilih obat batuk yang memiliki kandungan alami, seperti obata batuk yang mengandung jahe yang bermanfaat untuk mengatasi radang secara efektif dan menthol untuk menenangkan batuk.

Menurutnya, dalam meredakan batuk, penggunaan obat batuk yang mengandung antibiotik disarankan untuk dihindari karena justru berpotensi membunuh bakteri yang bermanfaat dan resisten terhadap bakteri berbahaya.

Terkait dengan penggunaan bahan-bahan alami, Emilia mengatakan, ada bahan alami lainnya yang sangat populer yakni Licorice yang memiliki efek antiseptik, mengencerkan dahak, dan mempunyai efek menenangkan. “Licorice ada di dalam obat batuk hitam, tidak menimbulkan efek samping dan rasanya dapat diterima,” jelas Emilia.

Senior Brand Manager OBH Combi, Aryana Jasiman mengatakan, hal yang senada. Menurutnya, manfaat bahan alami Succus Liquiritiae yang terkandung di OBH Combi efektif berfungsi sebagai ekspektoran dan antitusif yang bekerja secara perifer, modifikasi viskositas cairan pada saluran pernafasan juga relaksasi otot polos sehingga mengurangi intensitas batuk. Secara ilmiah kandungannya juga diakui oleh WHO, Chinese Pharmakope dan Herbal Pharmakope, British Herbal Compendium, dan German Standard Licence.

Lebih lanjut Aryana menjelaskan, OBH Combi efektif, aman dan terpercaya untuk seluruh anggota keluarga dan memiliki varian yang lengkap untuk dewasa dan anak-anak.

Related posts