Pupuk Indonesia Investasikan Rp 50 Triliun - Ekspansi Bisnis Usaha

NERACA

Jakarta – Perkuat bisnis pupuk dana anak usahanya kedepan, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengalokasikan investasi belanja modal untuk lima tahun kedepan sebesar Rp 50 triliun. Direktur Investasi dan Development PT Pupuk Indonesia, Nugraha Budi Eka Irianto mengatakan investasi tersebut untuk mendanai sejumlah meningkatkan kinerja anak usaha. "Ini investasi untuk lima tahun kedepan sebanyak Rp50 triliun sebagai modal kerja dan ekspansi," ujar Nugraha di Jakarta, Selasa (17/6).

Nugraha menyebutkan untuk tahun iniperseroan akan fokus pada pabrik Pusri II B dengan kapasitas 907.500 ton dengan nilai investasi sebanyak US$690 juta. Ke depan, lanjutnya, perseroan akan ada tiga pabrik yang perseroan akan selesaikan pembangunannya. Sisa tiga pabrik tersebut Pabrik Kaltim-5 dengan nilai investasi US$500-650 juta, Amonia Urea II nilainya US$500 juta-US$650 juta. "Pabrik Amonia Urea II akan masuk kontruksi pada tahun depan," katanya.

Selain itu, perseroan juga tengah menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan lain dalam bentuk joint venture. Disamping itu, guna meningkatkan likuiditas anak usaha, perseroan memilih pendaaan lewat pasar modal melalui penerbitan obligasi pertama dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 3,7 triliun.

Menurut Achmad Fadhiel, Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia, obligasi ini terdiri dari dua seri, seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan seri B dengan jangka waktu 5 tahun,”Target prospek sebanyak Rp3,7 triliun, prospek pupuk ada dua strategi pertama energi dan pangan. Ini pupuk bisa mengkerek produktifitas prospek konsumsi makanan untuk mensuplay bertambahannya populasi penuduk 7 miliar," ujarnya.

Dia menuturkan, perseroan akan menggunakan hasil obligasi ini sebanyak 41% untuk pinjaman kepada PT Pupuk Iskandar Muda untuk melunasi pinjaman bank. Sebesar 32% sebagai pinjaman ke PT Pupuk Kalimantan Timur untuk pengembangan usaha dan modal kerja. Sementara 8% sebagai pinjaman kepada PT Pupuk Indonesia logistik untuk pengembangan bisnis logistik dan niaga.

Kemudian sisanya sebesar 12% sebagai pinjaman kepada entitas bentukan perseroan sebagai pengembangan usaha dalam bidang energi dan 7% sebagai pinjaman entitas bentukan persero dalam bidang properti.

Kata Achmad, aksi korporasi akan bekerjasama denga penjamin pelaksna emisi yaitu PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT HSBC Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas. Asal tahu saja, perseroan juga tengah mengkaji rencana masuk ke pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Dijekaskan Achmad Fadhiel, rencana untuk IPO harus mendapatkan persetujuan pemegang saham. Apalagi Pupuk Indonesia merupakan perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),”Kita belum akan lakukan IPO dalam waktu dekat tapi akan ke sana,”tandasnya.

Achmad mengatakan, Pupuk Indonesia sebagai holding atau induk perusahaan berbagai macam anak usaha akan melakukan IPO setelah ada dua anak usahanya melakukan IPO. Anak perusahaan Pupuk Indonesia adalah PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Rekayasa Industri dan PT Mega Eltra. (bani)

Related posts