Cipta Bond Berikan Dividen Setiap Hari - Reksa Dana Pendapatan Tetap

NERACA

Jakarta – Ditengah kondisi perlambatan ekonomi dan fluktuasinya harga pasar dari waktu ke waktu, pelaku pasar modal dituntut cerdas dalam menginvestasikan dananya dengan mendeversifikasi portofolio investasi dengan tetap mempertimbangkan risk and rutern, sehingga portofolio investasi memberikan tingkat pengembalian yang memadai dan sekaligus meredam gejolak fluktuasi nilai pasar.

Menjawab kebutuhan pelaku pasar akan portofolio investasi yang menguntungkan, PT Ciptadana Asset Management (“CAM”) meluncurkan produk reksa dana terbarunya CIPTA BOND yang akan di investasikan minimal 80% pada efek bersifat utang yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia atau korporasi berbadan hukum Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/6).

Disebutkan, reksa dana pendapatan tetap ini mempunyai keunikan dengan adanya potensi pembagian sebagian hasil investasi yang telah dibukukan dalam bentuk Unit Penyertaan baru setiap harinya. Bank Kustodian CIPTA BOND adalah Citibank N.A. Jakarta.

Untuk produk reksa dana ini, perseroan memberikan penawaran umum atas Unit Penyertaan CIPTA BOND sampai sejumlah 1 miliar Unit dengan NAB/Unit Rp. 1.000,- Rencananya, reksa dana CIPTA BOND ini akan ditawarkan baik ke nasabah individu maupun institusi.

Dijelaskan, dengan berinvestasi dalam reksa dana CIPTA BOND besarnya Pajak Penghasilan atas bunga dan/atau diskonto olbigasi yang dikenakan hanya sebesar 5% sampai tahun 2020 dibandingkan tarif normal sebesar 15%. Lebih lanjut untuk jangka waktu panjang, tingkat pengembalian yang diperoleh dari kupon obligasi relatif lebih stabil dibandingkan dengan tingkat suku bunga di pasar uang maupun deposito.

Sebelumnya, analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati memprediksi, reksa dana campuran maupun reksa dana pendapatan tetap berpotensi mencetak kinerja positif, terutama jika hasil pemilihan umum (pemilu) direspon positif oleh investor,”Reksa dana campuran diperkirakan akan berkinerja lebih baik dibandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap, namun fluktuasi pergerakannya juga lebih tinggi," katanya.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama menunjukkan, reksa dana pendapatan tetap hingga akhir Mei 2014 memberi return rata-rata sebesar 3,95% atau melonjak jika dibanding periode yang sama 2013 senilai 0,64%. Sementara itu, reksa dana saham memberi return 18% atau turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 21,15%.

Vilia mengatakan, kinerja reksa dana saham yang tak setinggi pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu karena pada awal tahun ini sentimen yang beredar, baik domestik maupun global cenderung mixed,”Sedangkan di awal tahun lalu, investor cenderung optimis dengan kinerja bursa saham ditopang oleh sentimen yang mayoritas bersifat positif,” terang dia.

Selain itu, PT Infovesta Utama juga mengungkapkan, kinerja reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) rata-rata sepanjang lima bulan pertama tahun ini di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data PT Infovesta utama, reksa dana saham memberi return rata-rata selama lima bulan ini sebesar 18%, sedangkan IHSG hanya 14,50%. Sementara reksa dana campuran memberi return rata-rata 10,73% dan reksa dana pendapatan tetap sekitar 3,95%.

Direktur Panin Asset Management Ridwan Sutedja pernah bilang, prospek investasi reksa dana akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,”Investasi dalam produk reksa dana masih akan terus diminati, apalagi secara keseluruhan kinerja pasar saham sepanjang tahun ini positif,"ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kota Pintar Harus Berikan Layanan Cepat, Akurat dan Murah

    NERACA   Tangerang - Program "smart city" atau kota pintar yang sedang didorong pemerintah untuk dapat diterapkan di…

WEGE Bagikan Dividen Rp 133,28 Miliar

NERACA Jakarta –Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memutuskan untuk membagikan…

Lippo Karawaci Raup Dana Segar US$ 280 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan rights issue dan divesatasi aset.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…