Malindo Anggarkan Capex Rp 500 Miliar - Bangun Dua Pabrik

NERACA

Jakarta– Meskipun di tahun 2013, laba bersih PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mengalami penurunan sebesar 20% yang diakibatkan rugi kurs sebesar Rp 109 miliar, kondisi ini tidak membuat ekspansi bisnis perseroan terhambat. Pasalnya, perseroan tahun ini tetap melangsungkan pembangunan pabrik baru.

Corporate Secretary PT Malindo Feedmill Tbk, Rudy Hartono Husein mengatakan, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp500 miliar. Rencananya, anggaran belanja modalnya tersebut akan digunakan untuk pembangunan dua pabrik yakni pabrik untuk industri pakan dan peternakan anak ayam di Makassar dan Semarang,”Anggaran capex tahun ini Rp500 miliar. Kalau tahun lalukan Rp400 miliar. Capex ini akan digunakan untuk pembangunan pabrik pakan dan peternakan di Makasar dan Semarang, dan rencanya di kuartal IV-2014 ini mulai pembangunannya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/6).

Sementara itu menurutnya, sumber pendanaan belanja modal untuk pembangunan dua pabrik tersebut berasal dari hasil right issue sebesar Rp365 miliar, sedangkan sisanya akan diperoleh dari pinjaman bank. Saat ini perseroan sedang penjajakan, sumber capex Rp365 miliar dari hasil Right Issue, sisanya akan ada pinjaman dari perbankan.

Lebih lanjut Rudy menambahkan, bahwa investasi untuk satu pabrik diperkirakan memakan biaya Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Dengan beroperasinya dua pabrik baru tersebut, maka produksi ternak MAIN diperkirakan akan tumbuh sekitar 50%,“Satu pabrik itu investasinya diperkirakan berkisar Rp200-300 miliar. Nah, dengan pembangunan dua pabrik itu produksi bibit ayam ternak (Day Old Chick/DOC) diharapkan dapat naik sampai 50%,”ungkapnya.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersihnya menurun 26% dari Rp78,3 miliar di tahun 2013 menjadi Rp58,2 miliar hingga bulan Maret 2014, atau mengalami penurunan sekitar Rp20 miliar.

Kata Rudy Hartono, penurunan laba bersihnya tersebut sejalan dengan penurunan laba kotor perseroan yang sebesar Rp129,9 miliar di kuartal I-2014 atau menurun 25% bila dibandingkan tahun lalu diperiode yang sama yakni Rp173,2 miliar.“Penurunan laba kotor ini disebabkan karena peningkatan harga pokok penjualan sebagai akibat melembahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya Amerika Serikat Dolar,” ujarnya.

Namun, penjualan bersih perseroan di kuartal I tahun 2014 meningkat 15% menjadi Rp1,08 triliun bila dibandingkan tahun lalu di periode yang sama mencapai Rp942 miliar. “Kenaikan penjualan perseroan disebabkan karena adanya peningkatan penjualan pakan, ayam pedaging dan DOC,” tukasnya.

Rudy mengatakan, untuk penjualan pakan, perseroan berhasil mencetak peningkatan 14% atau menjadi Rp96 miliar, untuk penjualan ayam pedaging pun mengalami peningkatan 21% menjadi 21%, sedangkan DOC meningkat 11% atau menjadi Rp11 miliar. “Perseroan juga membukukan penjualan dari line bisnis barunya yakni pengolahan makanan sebesar Rp9 miliar,”kata Rudy.

Kemudian berdasarkan hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui untuk membagi dividien Rp20 per lembar saham. Disebutkan, pembagian dividen Rp20 per lembar saham tersebut secara total berjumlah Rp35,8 miliar atau 15% dari laba bersih perseroan pada 2013 yang sebesar Rp241,6 miliar.

Menurut Rudy, pembagian dividen tersebut menurun bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai 20% dari laba bersih tahun buku 2012 sebesar Rp302,4 miliar,“Pembagian dividen pada tahun buku 2013 menurun 5% jika dibandingkan tahun buku 2012, yang mencapai 20%. Tahun lalu sekitar 20% pembagian dividennya,” tukasnya. (bani)

Related posts