Aksi Beli Berlanjut, IHSG Bertahan di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Perburuan aksi beli investor memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa berada di zona hijau. Indeks akhirnya ditutup menguat 24,058 poin (0,49%) ke level 4.909,517. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,318 poin (0,77%) ke level 829,374,”Sesuai ekspektasi, penurunan IHSG BEI tidak berlanjut meski bursa saham di kawasan regional terkoreksi, situasi ini mengindikasikan bahwa siapa pun presiden RI nanti investor yakin masalah ekonomi akan mengalami perbaikan," kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Selasa (17/6).

Dia menambahkan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian agar perekonomian domestik membaik diantaranya menekan neraca perdagangan Indonesia akibat impor bahan bakar minyak (BBM). Dirinya merekomendasikan, pelaku pasar saham dapat mencermati saham-saham di sektor konstruksi dan semen milik BUMN.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, secara umum IHSG BEI masih dalam fase konsolidasi menuju tren penguatan,”Secara teknikal, indeks BEI sedang melepaskan diri dari fase konsolidasi. Dalam kondisi seperti itu, strategi yang layak dalam berinvestasi saham dengan menerapkan transaksi jangka pendek,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkirakan akan bergerak menguat seiring perburuan investor terhadap saham-saham yang sudah murah. Asal tahu saja, jelang penutupan perdagangan kemarin. Akhirnya hanya 2 sektor saja yang melemah, yaitu konstruksi dan aneka industri.

Dana asing kembali mengalir keluar lantai bursa namun nilainya tidak sebesar kemarin. Kali ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 25,97 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.320 kali pada volume 3,278 miliar lembar saham senilai Rp 3,615 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 156 turun, dan 93 saham stagnan.

Rata-rata bursa Asia menutup perdagangan di zona merah. Konflik di Irak dikhawatirkan memicu naiknya harga minyak dunia sehingga membuat pelaku pasar waspada. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 22.525, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 14.400, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 425 ke Rp 8.000, dan Indocement (INTP) naik Rp 425 ke Rp 24.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 450 ke Rp 15.050, Buana Finance (BFIN) turun Rp 255 ke Rp 2.295, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 29.500, dan Siantar Top (STTP) turun Rp 125 ke Rp 2.975.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi tipis 3,842 poin (0,08%) ke level 4.881,617. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,186 poin (0,02%) ke level 822,870. Indeks sempat menghijau, tapi tak sampai balik ke level 4.900. Saham-saham komoditas masih jadi incaran beli, sedangkan saham perbankan mulai dilepas.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.475 kali pada volume 1,925 miliar lembar saham senilai Rp 1,851 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 167 turun, dan 81 saham stagnan. Mayoritas bursa regional terjebak di zona merah sampai sesi pertama. Tingginya harga minyak dunia gara-gara konflik di Iran memberi sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 725 ke Rp 22.700, Matahari (LPPF) naik Rp 525 ke Rp 14.475, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 26.950, dan Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 24.825. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 400 ke Rp 15.100, Buana Finance (BFIN) turun Rp 345 ke Rp 2.205, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 29.325, dan ABM Investama (ABMM) turun Rp 295 ke Rp 2.755.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat tipis sebesar 4,26 poin atau 0,09% menjadi 4.899,72. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,10 poin (0,13%) ke level 824,16,”Faktor teknikal mendorong indeks BEI bergerak naik setelah megalami tekanan cukup dalam sebelumnya," kata Analis Samuel Sekuritas Aiza.

Menurut dia, beberapa bursa saham di Asia yang mengalami penguatan seperti indeks Nikkei Jepang, Kospi Korea menjadi salah satu pendorong. Dia menambahkan bahwa saham-saham domestik sektor pertambangan dan infrastuktur, serta grup Astra terutama Astra International (ASII) dan United Tractor (UNTR) berpotensi mengalami penguatan.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 97,96 poin (0,42%) ke level 23.202,71, indeks Nikkei naik 80,76 poin (0,54%) ke level 15.014,05 dan Straits Times melemah 11,67 poin (0,35%) ke posisi 3.278,63. (bani)

BERITA TERKAIT

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar…

Permudah Transaksi di Pasar Modal - Menakar Risiko Beli Saham Pakai Kartu Kredit

NERACA Jakarta – Meskipun wacana agar transaksi saham di pasar modal bisa menggunakan kartu kredit masih dalam kajian dan belum…

Aksi Beli Investor Bawa Tren Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…