15 Mal Siap Ramaikan Jakarta Midnight Sale - Perdagangan Domestik

NERACA

Jakarta – Kegiatan program belanja tahunan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) hampir setiap tahun diselenggarakan. Salah satu rangkaian acara FJGS adalah grand midnight sale. Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Handaka Santosa menuturkan bahwa acara grand midnight sale akan digelar serentak di 15 pusat perbelanjaan di Jakarta pada 21 Juni 2014. “FJGS merupakan program belanja tahunan yang ditunggu-tunggu pelaksanaannya oleh para pecinta belanja, termasuk wisatawan domestik yang berasal dari luar Jakarta dan wisatawan asing,” kata Handaka di Jakarta, Selasa (17/6).

Dalam program tersebut, sambung dia, hampir setiap pusat perbelanjaan memberikan diskon hingga 70% serta penawaran menarik lainnya dari merek-merek ternama di 15 pusat perbelanjaan di Jakarta. Pembukaan Grand Midnight Shopping akan dilakukan di Senayan City pada 21 Juni 2014. “Melalui program ini diharapkan dapat semakin menarik minat para pecinta belanja untuk berkunjung dan berbelanja. Selaku panitia pelaksana FJGS, kami menjamin produk-produk yang di diskon merupakan produk bermutu dan berkualitas yang kami monitor dan bekerja sama dengan retailer lainnya untuk menghindari kecurangan harga,” terangnya.

Berikut 15 mal peserta grand midnight sale, Arion Mall, Central Park, Baywalk Mall, Cilandak Town Square, Kalibata City Square, Kota Kasablanka, Pejaten Village, Plaza Blok M, Tebet Green, The Plaza Semanggi, Taman Palem, Emporium Pluit Mall, Mall Kelapa Gading, Lotte Shopping Avenue, Senayan City.

Dalam pagelaran FJGS 2013, total ada 74 pusat perbelanjaan yang berpartisipasi dan sudah berhasil membekukan penjualan mencapai Rp11,8 triliun. Dalam sambutannya tahun lalu, Handaka mengungkapkan Jakarta Great Sale dapat tumbuh menjadi lebih besar lagi menjadi Java Great Sale. “Setelah ini, kami akan memikirkan bagaimana mentransformasi Jakarta Great Sale menjadi Java Great Sale agar seluruh Jawa dapat ikut merasakan. Coba bayangkan wisatawan yang jalan-jalan ke Borobudur juga dapat menikmati diskon-diskon serentak di mall-mall di Yogyakarta,” jelasnya.

Persiapan Rencana

Sementara itu, Pakar perencana keuangan Aidil Akbar Madjid mengatakan berbelanja saat pesta diskon memang menguntungkan, tapi itu hanya berlaku bagi mereka yang sudah memiliki budget atau alokasi dana. Untuk menghindari kerugian saat berbelanja di pesta diskon, ada beberapa tips yang disampaikan Aidil diantaranya adalah.

Pertama, sambung Aidil, jangan implusif dan berbelanja harus direncanakan. “Indonesia adalah gudangnya diskon, makanya jangan habis-habisan belanja hanya karena pesta diskon memiliki batas waktu. Yang jelas, pesta diskon di Indonesia itu pasti ada di setiap tengah tahun dan akhir tahun, in between itu ada toko-toko yang menawarkan diskon untuk menghabiskan stok, misalnya,” kata Aidil. Maka dari itu, menurut dia seharusnya berbelanja direncanakan dengan cara investasi atau menabung terlebih dahulu.

Kedua, adalah beli sesuai dengan kebutuhan. Aidil mengatakan berbelanja harus sesuai kebutuhan bukan sekedar karena dorongan keinginan. “Contohnya, saya sendiri kalau berbelanja pakaian sudah dibudget-kan setiap enam bulan sekali saat pertengahan tahun dan akhir tahun. Budget yang harus dikeluarkan masing-masing orang tergantung kebutuhannya. Kalau dirasa beli baju tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau sesuatu yang penting, lebih baik tidak memaksakan,” katanya.

Ketiga, teliti sebelum membeli. Menurut Aidil, biasanya barang-barang yang dijual saat diskon bukanlah barang-barang “utuh” yang semua ukuran tersedia. “Jadi, telitilah sebelum membeli,” katanya. Keempat, dia mengatakan untuk berhati-hati dengan iming-iming angka diskon 50+20%. Pasalnya, toko sering melakukan permainan angka untuk menarik pembeli saat memberi diskon. “Kalau ada yang memberi diskon 70% dan 50 + 20 persen itu berbeda,” kata Aidil.

Menurut dia, diskon 70% artinya barang dijual dengan diskon utuh senilai 70%. Namun, jika 50+20 artinya harga barang akan didiskon 50% terlebih dahulu kemudian baru ditambah 20%. “Itu jatuhnya tidak sampai 70%, paling cuma 60-an%, jadi lebih enak beli barang yang diskon langsung utuh,” katanya.

Terkahir, kata Aidil, berbelanjalah dengan menggunakan uang tunai. Karena, menurut dia, berbelanja dengan uang cash atau tunai berarti telah mengalokasikan uang untuk berbelanja. “Kalau pakai debit atau kredit, artinya uangnya belum ada untuk dibudget-kan, lebih baik pakai cash saja,” kata Aidil.

Lebih lanjut Aidil mengingatkan kalau pesta diskon seperti FJGS atau midnight sale memang menguntungkan tapi itu hanya menguntungkan bagi mereka yang punya budget belanja, jadi momen diskon seperti saat ini harus benar-benar diantisipasi dengan perencanaan alokasi dana yang tepat.

Related posts