Astra Graphia Suntik Modal Anak Usaha

Perkuat likuiditas untuk mendanai bisnis usaha, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menyuntikkan tambahan modal untuk anak usahanya yang bergerak di bidang perdagangan umum, percetakan dan penyelanggaran pos, PT Astragraphia Xprins Indonesia sebesar Rp19,875 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/6).

Disebutkan, modal tambahan tersebut diberikan melalui penyertaan (inbreng) aset-aset Xprins milik perseroan sebesar Rp5,77 miliar dan Rp14,12 miliar dalam bentuk tunai. Tambahan modal ini terkait dengan peningkatan modal anak usaha, di mana modal dasar menjadi Rp80 miliar dari sebelumnya Rp500 juta serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp125 juta menjadi Rp20 miliar.

Adapun alasan dilakukannya transaksi ini karena Astragraphia Xprins akan mengambil alih, meneruskan dan mengembangkan kegiatan usaha terkait dengan perdagangan umum, percetakan dan penyelenggaraan pos yang saat ini dilaksanakan divisi Xprins dan Layan Gerak Operation perseroan. Sementara perseroan akan fokus pada kegiatan usaha utama yang dijalankan selama ini.

Dengan penyetoran tambahan modal itu, Astragraphia Xprins Indonesia akan menerbitkan saham baru sebanyak 19.875 lembar, yang seluruhnya akan diserap perseroan. Dengan demikian, kepemilikan saham perseroan di Astragraphia Xprins meningkat menjadi 99,995% dari semula 99,2%.

Tahun ini, PT Astra Graphia Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 10%,”Tahun ini, kita menargetkan pendapatan bisa tumbuh dari tahun sebelumnya. . Namun, kami belum bisa katakan, yang pasti double digit," kata Direktur Utama PT Astra Graphia Tbk, Herrjadi Halim.

Sementara untuk laba bersih, perseroan akan menjaga pertumbuhan sama dengan tahun lalu. Tercatat hingga kuartal pertama 2014, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp435 miliar atau naik 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp381 miliar. Sementara, laba bersih jadi Rp33 miliar atau naik 26% dari Rp26 miliar. Sementara realisasi belanja modal hingga kuartal pertama sebesar Rp43 miliar. (bani)

Related posts