Peringati Hari Dengue ASEAN 2014 - Menuju Jakarta Bebas DBD 2020

NERACA

Angka kematian dengue saat ini telah menurun secara signifikan, dari 46% pada tahun 1968 menjadi 1,2% pada tahun 2013. Namun apabila pada awalnya infeksi dengue hanya banyak mengenai anak-anak, terutama anak usia sekolah dasar, sejak tahun 2000 kasus dewasa muda meningkat, mencapai 50% dari jumlah kasus keseluruhan. Walaupun demikian, angka kematian terbanyak tetap pada kelompok anak dibandingkan dewasa. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dari masyarakat.

“Di samping itu, angka kesakitan (morbiditas) penyakit dengue semakin tahun belum menurun tetapi semakin meningkat dan penyebarannyapun semakin luas. Apabila dibandingkan dengan negara di kawasan Asia, maka Indonesia menjadi negara kedua terbesar mempunyai kasus dengue setelah Thailand yang kemudian diikuti Vietnam sebagai negara ketiga,” tutur Prof. Dr. dr. Sri RezekiS. Hadinegoro Sp.A(K), ketua satgas imunisasi ikatan dokter anak indonesia (IDAI).

Menurutnya kejadian penyakit yang tinggi tentunya menyebabkan dampak pada biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, yang akan menjadi beban ekonomi keluarga dan negara. Kenyataan ini harus menjadi perhatian kita semua.

Dr. Dien Emawati, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta mengatakan, Jakarta merupakan provinsi khusus dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan beresiko tinggi untuk terjangkitnya infeksi dengue. Diperkirakan sepertiga dari jumlah kasus di Indonesia berasal dari Jakarta, walaupun Jawa Barat dan Bali juga merupakan provinsi yang banyak melaporkan kasus dengue.

“Angka kejadian penyakit dengue di Provinsi DKI Jakarta dari Januari hingga bulan Mei 2014 adalah sebanyak 5.321 kasus, sementara data angka kejadian setahun pada tahun 2013 mencapai sekitar 10 ribu kasus. Untuk menurunkan jumlah kasus ini,Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan berbagai program penunjang salah satunya dengan memperingati Hari Dengue ASEAN 2014,” papar Dr. Dien.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehubungan Hari Dengue ASEAN 2014 adalah pemberdayaan masyarakat melalui Jumantik Cilik dan Jumantik Mandiri guna meningkatan aktivitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di masyarakat. Selain itu juga dilakukan koordinasi kepada para Jumantik di 15 Kecamatan dengan data kasus dengue terbanyak di Jakarta, kegiatan olahraga bersama dengan seluruh karyawan Pemprov DKI Jakarta, PSN serentak setiap 3 bulan sekali serta kegiatan fogging untuk mengantisipasi situasi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pada prinsipnya partisipasi bersama seluruh unsur masyarakat merupakan kunci untuk menekan kejadian dengue. Sesuai dengan tema yang dicanangkan dalam ASEAN Dengue Day 2014 , yaitu Unity and Harmony: Key in the Fight Against Dengue, diperlukan keterlibatan semua pihak, masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta secara menyatu dan harmonis dalam mengatasi permasalahan dengue.



BERITA TERKAIT

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Menuju Masa Depan Indonesia Maju Tanpa Hoax

  Oleh: Doni Kusmantoro dan Akbar Zuliandi, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Menjelang gelaran Pemilu 2019, para kelompok kepentingan berusaha keras untuk…

Mazda CX-30 2020 Mulai Dipasarkan Semester Kedua 2019

Mazda baru-baru ini meluncurkan model teranyarnya dalam jajaran crossover kompak, Mazda CX-30 2020 yang akan dipasarkan di seluruh dunia mulai…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Nutrisi Tepat Bisa Cegah Stunting

Debat Pilpres 2019 antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membahas salah satu…

Konsumsi Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kematian

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis harus dikurangi jika Anda ingin hidup lebih lama. Studi terbaru menunjukkan minuman manis dapat meningkatkan risiko…

Kacang Terbaik Penurun Kadar Kolesterol

Sebagian orang masih menganggap kacang sebagai makanan asin, berlemak, dan berkalori tinggi. Namun, sejumlah ahli gizi telah menyimpulkan bahwa kacang…