Citilink Kembali Datangkan Pesawat Baru - Perkuat Pasar Biaya Murah

NERACA

Jakarta – Guna menguasai potensi pasar bisnis penerbangan kelas berbiaya murah, PT Citilink yang juga anak usaha PT Garuda Indonesia (GIAA) terus ekspansi bisnis dengan membuka rute baru dan termasuk menambah pesawat-pesawat baru untuk melayani penerbangan yang belum di jamah kompetitornya. Belum lama ini, perseroan mendatangkan pesawat ke-25 guna melengkapi armada Airbus A320, yang sebelumnya telah melayani 152 frekuensi penerbangan setiap hari ke 24 kota sekaligus untuk memperkuat posisi pasar domestik. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

President & CEO Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan, dengan armada yang kini berjumlah 25 pesawat, kini Citilink semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu maskapai penerbangan domestik yang semakin dipercaya masyarakat,”Kedatangan pesawat dengan jenis sayap sharklet ini sejalan dengan strategi bisnis Citilink di segmen LCC yang efisien, namun dapat mendorong percepatan pertumbuhan perusahaan dalam menjawab tuntutan pasar domestik,” kata Arif.

Dia menuturkan, penambahan jumlah armada Citilink ke depannya akan terus sejalan dengan penambahan frekuensi dan rute-rute baru, termasuk target untuk merambah beberapa destinasi regional. Untuk perdananya, pesawat baru tersebut didatangkan langsung dari markas Airbus di Toulouse, Prancis selama 18 jam penerbangan hingga bandara Soekarno-Hatta.“Pesawat dengan nomor PK-GLZ itu merupakan pesawat gelombang pertama dari delapan pesawat bersayap sharklet yang akan didatangkan Citilink secara bertahap hingga akhir tahun 2014,” imbuhnya.

Hingga akhir 2014 Citilink akan memiliki 32 pesawat berjenis Airbus A320. Pesawat Airbus A320 bersayap sharklet dirancang pabrikannya untuk lebih green karena ramah lingkungan dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah.

Sementara induk usahanya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meresmikan kembali penerbangan Jakarta–Haneda untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan jaringan penerbangannya. Garuda pertama kali melayani penerbangan dari Indonesia ke Jepang pada 13 Maret 1962, di mana penerbangan tersebut pada waktu itu dilaksanakan dari Bandara Kemayoran Jakarta menuju Haneda melalui Hong Kong, menggunakan pesawat Lockheed L-118 Electra.

Penerbangan Jakarta-Haneda dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 13.05 WIB dan tiba di Haneda pukul 22.35 waktu setempat. Sedangkan rute Haneda–Jakarta dilayani dengan penerbangan GA 875, yang berangkat dari Haneda pukul 00.30 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 06.00 WIB.

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat jenis Airbus A330-300, yang dibagi dalam dua kelas layanan, yaitu kelas bisnis berkapasitas 36 penumpang dan kelas ekonomi berkapasitas 215 penumpang. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, pembukaan kembali penerbangan Jakarta–Haneda merupakan langkah strategis Garuda untuk mengembangkan jaringan penerbangannnya ke Jepang dan beyond Jepang,”Melalui rute ini, para penumpang Garuda akan dapat melanjutkan penerbangan ke kota–kota di domestik Jepang maupun ke wilayah Amerika Serikat,”ujarnya. (bani)

Related posts