Anggaran Dipangkas, Pemerintah Yakin Pertumbuhan 5,5%

NERACA

Jakarta - Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2014 harus rela anggaran 2014 terpangkas. Adapun beberapa Kementerian/Lembaga (K/L) telah disepakati pemangkasan anggarannya oleh DPR. Berdasaekan keputusan pemerintah dan DPR maka disepakati pemotongan anggran menjadi Rp43 trilliun yang mulanya Rp100 trilliun.

Meski ada pemangkasan anggran untuk K/L, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengaku, tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti yang direncanakan sebesar 5,5%,

"Sebanyak 5,5% sangat optimistis. Range-nya 5,1%-5,5%. kalau dipotong Rp100 triliun mungkin di bawah 5,5%," kata Chatib di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/6).

Chatib menambahkan, dengan adanya pemotongan anggaran juga memberikan efek pengeluaran pemerintah, jadi efek terhadap pertumbuhan ekonomi tidak terlau signifikan.

"Karena share-nya kecil 9%dari PDB, paling besar konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor," tambahnya.

Menurut Chatib, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5%, harus dilakukan dengan cara bekerja lebih keras lagi. "Kuartal I 2014 5,2%, kalau mau 5,5%, kuartal II dan kuartal III dan IV harus di atas 5,5% itu tidak mudah, perlu maksimum effort, di kuartal II sedikit lebih baik," tegasnya.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan agak sulit bagi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi di bagus pada pada triwulan III dan IV

Alasannya beberapa menteri sudah fokus pada Pemilu dan belanja pemerintah juga lebih diprioritaskan untuk Pemilu. Ia memperkirakan perekonomian Indonesia pada triwulan III dan IV. "Agak sulit perekonomian di triwulan III dan IV tinggi, karena pemerintah yang sekarang sibuk pemilu," katanya.

Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV adalah investasi yang melambat karena investor masih dalam tahapanwait and see.

Faktor positif yang mendorong pertumbuhan pada triwulan III dan IV adalah perbaikan kinerja ekspor karena harga komoditas andalan semakin membaik. Pertumbuhan konsumsi masyarakat juga diperkirakan stabil. Menurut dia agenda utama dari pemerintahan baru adalah menjaga inflasi agar terkendali dan menciptakan ketahanan energi. [agus]

BERITA TERKAIT

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

Menjaga Pertumbuhan Bisnis - Setelah Gojek, BIRD Terbuka Berkolaborasi

NERACA Jakarta –Menjaga eksistensi PT Blue Bird Tbk (BIRD) ditengah ketatnya persaingan bisnis transportasi onlinel, maka kolaborsai menjadi pilihan yang…

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…