Minim Sentimen, IHSG Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali balik arah ke zona merah yang dipicu dengan derasnya aksi jual pelaku pasar. Dimana saham unggulan jadi target aksi jual dan imbasnya, indeks BEI ditutup terkoreksi 41,204 poin (0,84%) ke level 4.885,459. Sementara Indeks LQ45 anjlok 9,604 poin (1,15%) ke level 823,056.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, sentimen negatif di pasar saham masih menyelimuti di tengah kekhawatiran melonjaknya harga minyak mentah dunia menyusul konflik di Irak,”Meningkatnya harga minyak mentah dunia akan berdampak negatif pada kinerja emiten," katanya di Jakarta, Senin (16/6).

Dari dalam negeri, dia menambahkan bahwa rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan pernyataan BI bahwa Indonesia rentan dengan gejolak ekonomi global turut menambah sentimen negatif. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, di tengah pasar saham yang sedang mengalami penurunan, pelaku pasar dapat mulai membangun posisi untuk jangka waktu menengah menjelang pemilu presiden pada 9 Juli 2014 untuk mengantisipasi indeks BEI menuju level 5.020-5.070 poin,”Saham lapis dua seperti biasanya mulai aktif dalam fase konsolidasi seperti sekarang,”paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa sudah dipastikan akan bergerak konsolidasi dengan kencenderungan kembali belum seiring belum adanya sentiment positif yang mampu menopang laju IHSG. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya PP Persero (PTPP), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Global Mediacom (BMTR), London Sumatra Indonesia (LSIP).

Pada perdagangan kemarin, investor asing akhirnya memilih lepas saham setelah lakukan aksi tunggu pagi tadi. Transaksi investor asing melakukan transaksi penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 248,95 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.664 kali pada volume 3,907 miliar lembar saham senilai Rp 3,861 triliun. Sebanyak 74 saham naik, 200 turun, dan 85 saham stagnan. Bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan variatif, sebagian melemah dan sebagian lagi menguat. Sentimen krisis di Irak dikhawatirkan akan memicu tingginya harga minyak dunia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Link Net (LINK) naik Rp 400 ke Rp 5.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 67.900, Dharma Satya (DSNG) naik Rp 200 ke Rp 3.450, dan Siantar Top (STTP) naik Rp 150 ke Rp 3.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 925 ke Rp 21.975, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 625 ke Rp 52.975, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 525 ke Rp 27.175, dan Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 15.500.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terpangkas 20,931 poin (0,42%) ke level 4.905,732. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,156 poin (0,50%) ke level 828,504. Indeks tak berlama-lama di zona hijau, hanya singgah ke level 4.929 setelah itu balik lagi ke zona merah. Aksi jual dilakukan oleh investor lokal sementara asing pilih menunggu.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 92.617 kali pada volume 2,125 miliar lembar saham senilai Rp 1,889 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 160 turun, dan 74 saham stagnan. Bursa regional masih bergerak mix pada sesi pertama. Pergerakannya cenderung ke arah negatif, hanya pasar saham Tiongkok yang bisa menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 26.775, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 67.900, Siantar Top (STTP) naik Rp 150 ke Rp 3.100, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 75 ke Rp 11.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 525 ke Rp 53.075, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 15.500, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 11.000, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 375 ke Rp 5.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 2,59 poin atau 0,05% menjadi 4.924,06 sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,67 poin (0,08%) ke level 831,98. Tercatat sebanyak 21 saham dibuka melemah, dengan 9 saham menguat, dan 15 saham bergerak stagnan. Pagi ini telah terjadi transaksi sebesar Rp26,796 miliar dari 9,249 juta lembar saham diperdagangkan.

Sementara di Asia, indeks Nikkei turun 97,12 poin atau 0,64% menjadi 15.000,72, indeks Hang Seng turun 65,94 poin atau 0,28% menjadi 23.253,23, dan indeks Straits Times tertahan di 3.292,47. Sektor-sektor penggerak IHSG bergerak dua arah dengan kecenderungan melemah seperti sektor industri dasar, keuangan, properti tambang berada di zona merah. Sedangkan sektor perkebunan, konsumsi, manufaktur dan aneka industri menguat.

Adapun saham-saham yang berada dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp100 ke Rp24.950, saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik Rp100 ke Rp7.675, dan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp75 ke Rp26.550. Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers, antara lain saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp225 menjadi Rp22.675, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp100 menjadi Rp5.100, dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun Rp55 menjadi Rp2.795. (bani)

Related posts