Keramika Bagikan Dividen Rp 22,5 Miliar

NERACA Jakarta -Berhasil membukukan pertumbuhan laba tahun 2013, PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) merencanakan menggunakan Rp22,5 miliar dari laba bersih tahun 2013 sebagai dividen tunai. Pembagian dividen ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Selain itu, perseroan juga akan mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp2,2 miliar dari laba tahun 2013 sebesar Rp75,3 miliar. Untuk sisa dana laba tersebut rencananya unutk menambah modal kerja perseroan. Produsen keramik ini juga akan mengalokasikan honorarium serta tunjuangan kepada Dewan Komisaris untuk tahun buku 2014 sebesar Rp600 juta. Saat ini, harga saham perseroan berada di level 139 per lembar saham.

Sebelumnya, perseroan bakal menjual asetnya sebagai langkah efisiensi yang diambil perseroan. Adapun aset dimaksud yaitu berupa lahan yang terletak di Bandung, Jawa barat dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 4.130 meter persegi.

Direktur Utama Keramika Paramoth Phromaue pernah bilang, di dalam lokasi tersebut, terdapat sejumlah bangunan, seperti gudang dan kantor, mess, dan pos jaga. Penjualan tanah tersebut dilakukan kepada perusahaan terafiliasi, yaitu PT Kokoh Inti Arebama Tbk. (KOIN) dengan harga jual beli yang telah disepakati Rp13,42 miliar.

Seperti diketahui, aset tersebut digunakan sebagai gudang keramik untuk distribusi penjualan di wilayah Bandung dan sekitarnya. Setelah KIAS menunjuk KOIN sebagai distributor eksklusif maka aset tersebut tidak beroperasi.

Manajemen perseroan optimis, pertumbuhan bisnis keramik akan didukung peningkatan kebutuhan industri konstruksi dan komitmen pemerintah untuk fokus dalam pengembangan infrastruktur Indonesia. Sehingga hal ini juga merupakan kesempatan emas bagi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan penjualan perseroan.“Dengan adanya komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia, kami melihat kesempatan emas untuk mencapai pertumbuhan bisnis," kata Direktur Operasional KIAS Handono Warih.

Pihaknya meyakini dapat terus mempertahankan pertumbuhan produktif dengan fokus pada penelitian dan pengembangan (R&D), peningkatan teknologi produksi sekaligus implementasi praktik terbaik untuk menghasilkan produk berkualitas kepada pelanggan. (bani)

Related posts