Nilai Bisnis Cat Menggiurkan, Avitex Lakukan Repositioning

NERACA

Jakarta - Salah satu produsen cat nasional PT Avia Avian mengubah strategi komunikasi pemasarannya. Kini produk cat Avitex mempunyai tagline yaitu cat Avitex kebanggaan orang hebat. Brand Strategy Marketing Avitex, Andy Gusena mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengembangan sebagai langkah repositioning produk Cat Avitex sehingga mampu memiliki image yang lebih berkelas dengan kualitas lebih terjaga.

Andy mengatakan Avitex telah mempunyai strategi komunikasi pemasaran yang baru berupa tag line cat Avitex kebanggaan orang hebat. “Definisi hebat yang dimaksud adalah Avietx sebagai produk cat nya orang-orang hebat dan menjadi bagian orang-orang hebat karena telah memilih cata Avitex,” cetus Andy di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Pemahaman tersebut,sambung dia, merupakan fokus utama Avitex dengan melibatkan empat profesi hebat yang ahli dibidang design interior, arsitektur, kontraktor dan tukang cat. “ke empat profesi ini dipilih berdasarkan pada fungsi dan peranannya yang cukup penting untuk membangun rumah. Selain itu, ke empat profesi itu juga menjadi acuan konsumen dalam menentukan jenis bahan bangunan, termasuk dalam menentukan pilihan produk cat yang berkualitas,” jelasnya.

Untuk kebutuhan cat di Indonesia, menurut Andy, kebutuhan cat di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan negara-negara lain. “Untuk di Eropa, lebih banyak bangunan yang terbuat dari batu. Sementara di Indonesia, lebih banyak menggunakan tembok. Terlebih setidaknya ada tiga alasan masyarakat Indonesia untuk membeli cat nya yaitu karena warna sudah kusam, menghadapi momentum hari besar keagamaan seperti lebaran, dan mempunyai hunian baru,” katanya.

Soal bisnis cat di Indonesia, menurut dia, industri cat di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. “Bisnis cat tu sangat menguntungkan. Untuk tahun ini, nilai transaksinya bisa mencapai Rp15 triliun. Pada 2010 nilainya mencapai Rp10 triliun dan di 2013 mencapai Rp13,8 triliun. Jadi industri cat di Indonesia memang sangat menguntungkan,” tuturnya.

Lalu apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih merk? Ia menyebut merk rekomendasikan orang lain yang pernah mencoba. “Konsumen cat Indonesia tergolong smart. Sebanyak 70% konsumen sebelum membeli broswing dulu. Jika ada rekomendasi baik akan dipilih,” katanya.

Pilihan lainnya adalah mereka memilih produk yang anti jamur, anti bocor serta dipilih yang mudah dibersihkan atau cat yang menjamin warna tahan lama. Ada yang menarik terkait cara mengecat Indonesia dibandingkan asing. “Di luar negeri, mereka mengecat rumah dilakukan sendiri sebaliknya orang Indonesia justru memakai tukang,” katanya.

Event Promotion Manager PT Avia Avian Christian Handriono mengungkapkan, produk Avitex memiliki tiga keunggulan. Pertama, kualitas terbaik dengan harga lebih terjangkau. “Hal ini bisa terjadi karena resin kami produksi sendiri, sehingga kualitas terkontrol,” katanya.

Kedua, 80 warna pilihan. Avitex memang tidak seperti produk cat lain lain menawarkan varian warna hingga ratusan. “Cat yang kami ciptakan adalah cat yang terbaik dengan berbagai keunggulan dan pilihan warna yang tidak membingungkan. Dari hasil uji riset kami, pilihan warna yang terlalu banyak akan membingungkan konsumen disaat mereka sedang memilih warna. Untuk itu kami ciptakan 80 warna cat yang benar-benar sesuai dengan kesukaan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Ketiga, produk Avitex ramah lingkungan. “Ini dibuktikan dengan raihan sertifikasi ISO 14001 yang diperoleh PT Avia Avian pada 2004 lalu. Sertifikasi untuk sistem manajemen lingkungan yang berlaku untuk industri cat dan resin termasuk pembuatan kaleng dan produk mortar. Ini merupakan standar perusahaan yang didasarkan pada pengukuran kadar limbah pabrik. Dengan adanya standar ISO tersebut maka pabrik kami terbukti tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan,” pungkas Christian.

BERITA TERKAIT

Digitalisasi Dorong Pengembangan Bisnis UKM

    NERACA   Jakarta - Indonesia sudah memasuki era digitalisasi, era disrupsi, serba mudah dan instan, atau kekinian. “Bagi…

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis   NERACA Jakarta - Ahli hukum Wincen Santoso melihat dalam beberapa tahun terakhir ini…

Industri Semen Lokal Terancam Bangkrut - Semen Tiongkok Diduga Lakukan “Predatory Pricing”

NERACA Jakarta - Kondisi pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan karena gencarnya semen asal Tiongkok yang menjual harga di bawah…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Investasi Industri Padat Karya Terus Didorong

  NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan insentif pajak terbaru berupa mini tax…

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi ‘Pilot Project’ di Banten

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia. Upaya ini selaras…

Pembajakan Masih Jadi Masalah Pemilik Kekayaan Intelektual

NERACA Jakarta – Mentor program Katapel milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Mochtar Sarman mengatakan pembajakan menjadi masalah yang kerap kali…