Pekan Ini, IHSG Masih Sisakan Sinyal Positif

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi tipis 7,744 poin (0,16%) ke level 4.926,663. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,867 poin (0,22%) ke level 832,660. Maraknya sentimen negatif yang beredar menjadi pemicu dan investor lokal banyak lepas saham dan memilih keluar sejenak dari lantai bursa.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, indeks BEI melemah di tengah penguatan bursa saham di kawasan Asia, sebagian pelaku pasar domestik masih mengambil posisi ambil untung menyusul adanya konflik di Irak yang dikhawatirkan memicu kenaikan harga minyak dunia.

Kendati demikian, lanjut dia, di tengah tekanan yang terjadi di pasar saham domestik, secara teknikal indeks BEI masih menunjukkan belum berkurangnya kekuatan naik yang ditunjang oleh arus dana asing,”Investor asing yang masih melakukan aksi beli saham di BEI menahan IHSG tertekan lebih dalam," katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam data BEI akhir pekan, tercatat investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp696,47 miliar. William Surya Wijaya menambahkan, masih masuknya dana asing ke pasar saham domestik menggambarkan bahwa di dalam fase konsolidasi ini ada peluang untuk mengakumulasi saham sehingga IHSG akan kembali melanjutkan kenaikan.

Dirinya memperkirakan, indeks BEI Senin awal pekan akan bergerak di kisaran 4.918-4.968 poin. Akhir pekan kemarin, indeks gagal menyentuh zona hijau setelah seharian melemah. Aksi jual investor domestik membuat indeks bertahan di teritori negatif. Padahal investor asing masih terus berburu saham.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 149.545 kali pada volume 7,78 miliar lembar saham senilai Rp 10,529 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 141 turun, dan 91 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini melonjak tinggi akibat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 6,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini dibantu oleh empat broker, yaitu Credit Suisse (CS), Bahana Securities (DX), Mandiri Sekuritas (CC), dan Danareksa Sekuritas (OD).

Bursa-bursa Asia menguat menutup akhir pekan. Aksi beli di penghujung perdagangan membuatnya balik arah ke zona hijau. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 425 ke Rp 24.850, Matahari (LPPF) naik Rp 350 ke Rp 14.100, Saratoga (SRTG) naik Rp 140 ke Rp 4.550, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 125 ke Rp 7.125.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 425 ke Rp 53.600, First Media (KBLV) turun Rp 395 ke Rp 1.905, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 67.650, dan Minna Padi (PADI) turun Rp 270 ke Rp 1.135.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI juga ditutup melemah 9,843 poin (0,20%) ke level 4.924,564. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,923 poin (0,23%) ke level 832,604. Banyak investor yang memilih untuk lakukan aksi tunggu sampai ada sentimen positif yang bisa menggerakan Indeks. Aksi jual dilakukan investor lokal, tapi tidak banyak.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 80.522 kali pada volume 4,343 miliar lembar saham senilai Rp 6,955 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 129 turun, dan 80 saham stagnan. Bursa regional tak lagi bergerak kompak di zona merah setelah pasar saham Hong Kong dan Tiongkok naik ke zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 175 ke Rp 26.575, Asahimas (AMFG) naik Rp 150 ke Rp 7.150, Indocement (INTP) naik Rp 125 ke Rp 24.550, dan Bali Towerindo (BALI) naik Rp 95 ke Rp 2.515. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 53.525, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 22.600, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 29.750, dan Minna Padi (PADI) turun Rp 220 ke Rp 1.185.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 7,04 poin atau 0,14% menjadi 4.927,37 seiring berlanjutnya aksi ambil untung investor, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,83 poin (0,22%) ke level 832,69,”IHSG kembali berada di area negatif, pelaku pasar melakukan aksi ambil untung di tengah pelemahan bursa saham global," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada.

Dia menambahkan, penguatan pada beberapa saham sektor industri dasar dan saham lapis dua lainnya belum cukup kuat untuk mendorong IHSG BEI meningkat. Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, penurunan proyeksi ekonomi dunia oleh Bank Dunia masih dirasakan pasar saham, mengingat koreksi cukup besar yakni dari 3,2% menjadi 2,8% untuk tahun ini.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 46,13 poin (0,20%) ke level 23.221,15, indeks Nikkei turun 94,37 poin (0,63%) ke level 14.879,16 dan Straits Times melemah 3,69 poin (0,11%) ke posisi 3.289,32. (bani)

Related posts