Dharma Satya Raih Pinjaman Rp 967,24 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melalui sejumlah anak perusahaannya meraih fasilitas pinjaman sebesar Rp967,24 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pinjaman tersebut diperoleh perseroan melalui 13 entitas anak perusahaan. Ke-13 entitas anak yang memperoleh fasilitas pinjaman itu, yakni PT Swakarsa Sinarsentosa, PT Dharma Agrotama Nusantara, PT Dharma Intisawit Nugraha, PT Dewata Sawit Nusantara, PT Pilawarna Persada dan PT Karya Prima Agro Sejahtera.

Selain itu, Dharma Persada Sejahtera, PT Kencana Alam Permai, PT Dharma Intisawit Lestari, PT Rimba Utara, PT Prima Sawit Andalan, PT Mandiri Agrotama Lestari dan PT Putra Utama Lestari. Adapun pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 60-120 bulan sejak tanggal diterimanya pinjaman itu oleh masing-masing entitas anak perseroan.

Selain mendapatkan fasilitas pinjaman tersebut, perseroan kemarin sudah efektif mendapat tambahan fasilitas pinjaman sebesar Rp117,1 miliar dan US$ 1 juta dari BCA. Sejumlah fasilitas pinjaman yang diterima perseroan maupun sejumlah entitas anak perseroan dari BCA akan digunakan perseroan dan entitas anak untuk pembiayaan pabrik kelapa sawit, kredit investasi dan kebutuhan hedging.

Tahun ini menjadi tahun investasi bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Pasalnya, perusahaan perkebunan sawit menargetkan penanaman baru sebesar 10 ribu hektar. Selain itu, perseroan juga akan menuntaskan pembangunan dua pabrik CPO yang berkapasitas masing-masing sebesar 60 ton TBS/jam.

Wakil Direktur PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Adrianto Utomo pernah bilang, untuk membiayai ekspansi bisnis tersebut, perseroan telah menganggarkan belanja modal sebesar US$ 80 juta. Naik dari capex 2013 yang sebesar Rp663 miliar. "Itu untuk membiayai penanaman baru 10 ribu hektar, bangun dua pabrik kelapa sawit, serta infrastruktur seperti jalan. Komposisinya masing-masing 51%:27%:22%,”katanya.

Dia menjelaskan, sumber dana capex 2014 sebesar US$ 80 juta itu berasal dari pinjaman bank sebesar 70% dan sisanya 30% dari internal. Adapun pinjaman bank dimaksud adalah plafon yang telah ditandatangani dengan bank BCA dengan besaran hingga Rp2 triliun. Jika harus membiayai 70% capex tahun ini, maka DSN diperkirakan akan menarik sekira Rp500 miliar dari BCA.

Kendati terus melakukan ekspansi, DSN tidak mematok target pertumbuhan yang fantastis di tahun ini. Adapun Target tahun ini tidak jauh berbeda dengan capaian 2013. Misalnya untuk produksi tandan buah segar (TBS) hingga penjualan CPO diperkirakan tetap tumbuh di kisaran 20%-30%. "Ekonomi belum pulih. Target masih sama dengan tahun lalu," papar Direktur Utama DSN, Djojo Boentoro.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 3,8 triliun. Segmen kelapa sawit menyumbang pendapatan terbesar hingga 64% dari total penjualan bersih. Penjualan kelapa sawit sendiri tumbuh 24,1%.Volume penjualan CPO perseroan di 2013 mencapai 336,240 ton, tumbuh 33%. Kenaikan ini dikarenakan oleh peningkatan produksi kebun kelapa sawit dari 25,5 ton TBS/hektar menjadi 26,4 ton TBS/hektar. "Ini karena tanaman menghasilkan bertambah 15% dari 42 hektar di 2012 menjadi 48 hektar di 2013," kata Adrianto. (bani)

Related posts