Mitra Pinasthika Siapkan Capex Rp 2,3 Triliun

NERACA

Jakarta – Guna mendukung ekspansi usaha, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp2,3 triliun. Diamana sumber pendanaan belanja modal berasal dari penawaran umum perdana saham (IPO), kas internal dan pinjaman perbankan.

Direktur Keuangan PT Mitra Pinasthika Tbk, Troy Parwata mengatakan, belanja modal dialokasikan untuk bisnis jasa kendaraan senilai Rp1,3 triliun, yang akan digunakan untuk menambah jumlah kendaraan dan pembangunan sekolah pengemudi,”Belanja modal dari Rp1,3 triliun itu, kami rencananya akan membeli sekitar 3.000-4.000 lagi kendaraan, sehingga akhir tahun bisa mencapai Rp18 ribu unit,”ujarnya di Jakarta, Kamis (12/6).

Dia menjelaskan, dana belanja modal lainnya akan digunakan untuk bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda empat senilai Rp600 miliar, berupa pembangunan diler mobil Nissan-Datsun. Selain itu, tahun ini juga MPMAuto, salah satu anak perusahaan MPMX yang bergerak di bisnis distribusi ritel kendaraan roda empat akan membuka 7-10 diler dengan standar internasional.

Tercatat pada kuartal pertama tahun ini, MPMAuto dapat menjual sekitar 500 unit. Hingga akhir tahun 2014, MPMAuto ditargetkan dapat menjual hingga 4.000 unit mobil dan 20 ribu unit pada tahun depan.,”Kami juga harapkan kontribusi MPMAuto dapat berkontribusi sekitar 25% kepada pendapatan MPMX,” kata Troy.

Disamping itu, lanjutnya, perseroan juga telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) mencapai Rp1,03 triliun. Dari total dana yang diperoleh MPMX pada saat IPO per 29 Mei 2013 sebesar Rp1,35 triliun, dana IPO yang masih tersisa sebesar 23%, di mana 20% akan dialokasikan untuk sektor consumer part otomotif, yakni pembangunan pabrik FKT dan 3% untuk pengembangan bisnis organik dan inorganik MPMRent..

Kata Troy, selain mendorong ekspansi usaha di semua unit bisnis, MPMX juga akan berusaha meningkatkan efisiensi operasional di seluruh unit bisnis, seperti bisnis distribusi dan ritel roda dua dan roda empat, consumer parts otomotif, bisnis jasa automotif serta bisnis jasa keuangan.

Dirinya mengungkapkan, perseroan menyatakan akan terus menjaga pertumbuhan bisnisnya agar tetap berada di atas industri automotif yang berkisar 10%-15%,”Sementara selama periode 2010-2013, MPMX mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan di atas 20% dengan laba bersih naik 25%,” imbuhnya.

Sementara itu, pendapatan MPMX pada tahun lalu naik 29% menjadi sebesar Rp13,9 triliun, dengan laba bersih naik 41% menjadi Rp526 miliar. Hingga kuartal I/2014, MPMX berhasil meraih pendapatan sebesar Rp3,6 triliun dengan laba bersih Rp152 miliar, naik 32% daripada periode sama 2013 sebesar Rp115 miliar. Pihaknya menargetkan, pendapatan dan laba bersih pada rahun ini dapat tumbuh sekitar 20% hingga 25% dari estimasi tahun lalu. (bani)

Related posts