Tiga Pilar Cari Dana Lewat Rights Issue

NERACA

Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan menerbitkan Saham Baru Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHEMTD) sebanyak 10%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian jumlah penerbitan saham baru tersebut mencapai 292.600.000 lembar saham seri B. Penerbitan rencananya dalam dua tahap selama dua tahun. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan juga jumlah saham beredar. Dengan demikian secara tidak langsung meningkatkan likuiditas.

Rencana ini masih akan menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa akan digelar pada 25 Juni 2014 mendatang. Harga minimum pelaksanaan saham baru ini minimal Rp2.250 per lembar sehingga dana yang bisa mencapai Rp658,35 miliar.

Sebagai informasi, perseroan melalui anak usahanya PT Sukses Abadi Karya Inti (SAKTI) terus agresif membangun pabrik beras baru. Sukses membangun pabrik beras SAKTI di Sragen Jawa Tengah, perseroan bakal membuka pabrik beras di Surabaya Jawa Timur.

Wakil Direktur dan juga Direktur Keuangan TPS Food, Sjambiri Lioe pernah bilang, tahun ini perseroan bakal membangun pabrik beras lagi di Surabaya Jawa Timur, “Saat ini perseroan sudah memiliki gudang beras dan kedepan akan di bangun pabrik beras lagi dengan kapasitas produksi 400 ribu ton,”ujarnya.

Namun sayangnya, dirinya belum mau menjelaskan ditel rencana tersebut. Hanya saja diperkirakan pembangunan pabrik beras baru tersebut akan rampung di awal tahun 2015. Hingga tahun 2020, perseroan menargetkan mampu memproduksi 2 juta ton beras atau setara 5% dari pasar beras nasional dengan kapasitas lahan seluas 800 ribu hektar. Oleh karena itu, guna mendukung target tersebut, perseroan setidaknya membutuhkan 16 sampai 18 pabrik baru dan pembangunan pabrik di Sragen dan Surabaya merupakan salah satunya.

Disamping itu, guna memenuhi target tersebut, perseroan juga akan bekerjasama dengan 2,6 juta petani. Kata Sjambiri Lioe, untuk pembangunan pabrik beras baru di Surabaya, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 380 miliar dengan sumber pendanaan sebesar 65% pinjaman bank dan sisanya dari kas internal. Disebutkan dalam pipe line perseroan, ada target tiga pembangunan pabrik baru beras yaitu di Sulawesi untuk distribusi Indonesia kawasan timur, Lombok dan Surabaya. (bani)

BERITA TERKAIT

Cari Mitra Strategis Anak Usaha - Medco Energi Percayakan JP Morgan

NERACA Jakarta – Guna memuluskan rencana PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melakukan sinergi antara Medco Power Indonesia dengan upstream…

Pilar Sosial, Cara Pemerintah Turunkan Kemiskinan Hingga 9%

  NERACA   Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pilar-pilar sosial mempunyai tugas khusus untuk ikut bersama pemerintah…

Mendorong Ekonomi Syariah jadi Pilar Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan, Indonesia yang mayoritas penduduknya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangkas Beban Utang - Waskita Karya Divestasi Bisnis Lima Ruas Tol

NERACA Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam ekspansi bisnis di jalan tol, menjadi…

Ubah Toko Jadi Lifestye Mall - Ramayana Pede Raih Pendapatan Rp 8,85 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis, PT Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS) sebagai emiten ritel…

Penuhi Kebutuhan Belanja Modal - Bank Permata Beri Pinjaman Anak Usaha TOWR

NERACA Jakarta –Danai kebutuhan belanja modal dan ekspansi bisnisnya, PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara…