SMI Resmi Catatkan Obligasi di Bursa

Dalam rangka perkuat modal, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) secara resmi mencatatkan Obligasi I Sarana Multi Infrastruktur Tahun 2014 senilai Rp1 triliun di Bursa Efek Indonnesia (BEI). Penerbitan obligasi ini adalah aksi korporasi pertama yang dilakukan perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan, dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur tahun ini,”Hal ini sesuai dengan bisnis utama perusahaan, yakni pembiayaan proyek infrastruktur untuk memenuhi target komitmen pembiayaan sebesar Rp5,5 triliun pada tahun ini,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan dicatatkanya Obligasi PT SMI ini, maka perusahaan telah melengkapi proses emisi obligasi yang telah dimulai sejak awal 2014. Emma mengungkapkan, obligasi itu mengalami kelebihan permintaan sebanyak 2,6 kali dari nilai obligasi yang ditawarkan.“Hal ini tentu saja menunjukan kepercayaan investor yang tinggi terhadap PT SMI,” imbuh dia.

Direktur Manajemen Risiko Keuangan dan Dukungan Kerja PT SMI Nasrizal Nazir mengatakan, kupon obligasi yang ditetapkan sebesar 9,6% untuk tenor 3 tahun dan 10% untuk tenor 5 tahun.

Menurut dia, penetapan kupon tersebut lebih rendah dari batas tengah kupon indikatif yang ditawarkan PT SMI pada kisaran 9,25-10% untuk tenor 3 tahun dan 9,75-10,55% untuk tenor 5 tahun.

Nasrizal menambahkan, tingginnya kepercayaan investor terhadap surat utang yang diterbitkann PT SMI merupakan refleksi atas peringkat PT SMI dari lembaga pemeringkat Pefindo yang memberikaan peringkat obligasi idAA+.

Pada Novvember tahun lalu, lembaga pemeringkat internasional, yakni Fitch Ratingg memberikkan peringkat Internasiional PT SMI pada rating BBB--dengan prospek stabil, sama dengan sovereign rating. Dalam penerbitan obligasi PT SMI, bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mandiri Tbk. Sedangkan penjamin pelaksana emisi terdiri atas PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities dan PT Mandiri Sekuritas. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank BTPN Catatkan ESOP 45 Ribu Saham

NERACA Jakarta – Dukung pendalaman industri pasar modal dan juga menggenjot pertumbuhan investor pasar modal, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

Oppo R17 Pro Resmi Diluncurkan

Oppo akhirnya resmi memperkenalkan smartphone perdananya yang rilis tahun ini untuk pasar Indonesia, yakni R17 Pro. Sesuai namanya, smartphone ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…