Distributor Jangan Timbun Kebutuhan Pokok - Kupang, NTT

NERACA

Kupang- Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta distributor daerah setempat tidak menimbun kebutuhan pokok sehingga tidak terjadi lonjakan harga menjelang Ramadan 1435 Hijriah.

"Kami harapkan tidak ada distributor yang menimbun kebutuhan pokok tertentu dengan tujuan untuk mencapai keuntungan, karena akan membuat harga di pasaran semakin tinggi dan menyulitkan masyarakat menjelang hari raya," kata Lebu Raya di Kupang, NTT, kemarin, terkait strategi menekan laju inflasi daerah itu jelang Ramadhan.

Lebu Raya yang juga Gubernur NTT itu mengatakan untuk mencegah kemungkinan itu terjadi, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT akan selalu memantau dan mengawasi pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar agar tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Menurut dia, barang-barang kebutuhan pokok utama harus selalu dipantau ketersediaan meliputi 19 jenis dengan 50 macam barang yang dibutuhkan setiap hari.Disperindag NTT juga mengawasi pergerakan harga-harga kebutuhan pokok itu agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan.

"Harus terus diawasi, pedagang yang sengaja memanfaatkan bulan suci Ramadhan akan menyulitkan konsumen dan menguntungkan pedagang secara sepihak," katanya.Ia menyebutkan setiap hari (sejak sepekan terakhir) pergerakan harga dan stok selalu dipantau serta diawasi sehingga tidak terjadi gejolak harga dan kelangkaan.

Pemerintah, katanya, terus berkooridnasi dengan TPID setempat termasuk bekerja sama dengan distributor dan pedagang pengumpul agar tetap menjaga pasokan, karena biasanya di saat perayaan hari keagamaan akan terjadi peningkatan permintaan.Hasil pantauan ke pasar-pasar tradisional dan toko serta swalayan yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya menunjukkan stok yang cukup. Stok minyak tanah di NTT mencapai 3.000 kiloliter, sedangkan untuk Kota Kupang sebanyak 1.650 kiloliter.

Untuk harga daging, harga daging sapi lokal di NTT cukup stabil yaitu Rp75.000 per kilogram. Sedangkan harga beras jenis super cenderung naik sekitar 10 persen menjadi Rp10.222 per kilogram sementara untuk kualitas medium cenderung stabil. [ant]

BERITA TERKAIT

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi - Ketua Umum KADIN

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi Ketua Umum KADIN NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pertanahan…

Pembangunan Daerah Jangan Bergantung Dana Transfer APBN

      NERACA   Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menginginkan pembangunan dan pemerataan wilayah di daerah bisa…

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi - Ketua Umum KADIN

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi Ketua Umum KADIN  NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pertanahan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…