Pertumbuhan Bank Syariah Melambat - Manado, Sulawesi Utara

NERACA

Manado- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), Luctor Tapiheru mengatakan pertumbuhan aset dan pembiayaan bank umum syariah di daerah tersebut melambat pada triwulan I tahun 2014 dibanding periode yang sama 2013.

"Total aset bank umum syariah pada kuartal I 2014 mencapai Rp556,24 miliar atau tumbuh 2,25 persen dibanding periode yang sama 2013 sebesar Rp544,01 miliar," kata Luctor di Manado, Rabu (11/6).

Ia menyebutkan sebelumnya pertumbuhan total aset bank umum syariah pada triwulan IV 2013 dibanding triwulan III 2013 mencapai lebih dari 2,25 persen.

Menurut dia, pertumbuhan bank syariah di Sulut mengalami perlambatan pertumbuhan baik dari sisi aset maupun pembiayaan.

"Pembiayaan pada triwulan I 2014 mencapai Rp521,86 miliar sementara pada triwulan IV 2013 sebesar Rp521,56 miliar," katanya.

Di sisi lain, kata Luctor, dana pihak ketiga (DPK) pada triwulan I tahun 2013 sebesar Rp235,68 miliar turun 12,63 persen menjadi Rp205,91 miliar pada triwulan I tahun 2014.

Lebih tingginya, laju peningkatan pembiayaan dibandingkan dengan DPK yang tumbuh negatif menyebabkan "financing to deposit ratio" (FDR) kembali menjadi 253,44 persen pada Maret 2014.

Tingginya tingkat FDR mencerminkan bahwa bank umum syariah perlu menghimpun dana masyarakat yang lebih besar di Sulut.

Kualitas pembiayaan pada bank syariah kembali mengalami penurunan tercermin dari rasio non performing financing (NPF) yang mencapai 9,17 persen melampaui batas ketentuan BI lima persen.

"Penurunan kualitas pembiayaan terutama terjadi pada pembiayaan model kerja dimana sejumlah debitur mengalami kesulitan membayar karena usahanya terkena dampak bencana banjir," jelasnya. [ant]

Related posts