Prospek Industri Asuransi Indonesia Bagus - Hanya 25 Perusahaan Terbaik

NERACA

Jakarta -Secara umum, industri asuransi di Indonesia mencatat perkembangan bisnis yang baguspada akhirtahunlalu.Hal ini terlihat dari angka-angka pertumbuhan beberapa indikator keuangan yang dipublikasikan 79 perusahaan asuransi umum, 42 asuransi jiwa, dan empat reasuransi, dalam laporan keuanganpublikasiper 31 Desember 2013.

Berdasarkan riset yang dilakukanLembaga Riset Media Asuransi(LRMA),padaakhir2013terungkap,industri asuransi Indonesia mencatat pertumbuhan premi sebesar9%, dari Rp138,46 triliun(2012)menjadi Rp150,81 triliunpada 2013.Di sisi lain, klaim brutodalam periode yang samameningkat 10%dari Rp81,35 triliun menjadi Rp89,37 triliun.

“Pertumbuhan premi tertinggi dibukukan reasuransi yakni 26 persen, dari Rp3,76 triliun(2012)menjadi Rp4,74 triliunpada2013. Kemudian disusul pertumbuhan premi asuransi umum sebesar 18%,dari Rp37,14 triliun menjadi Rp43,92 triliunpada akhir2013. Sedangkan untuk asuransi jiwa, pertumbuhan pendapatan preminya hanya5%,yakni dari Rp97,55 triliun(2012)menjadi Rp102,14 triliunpada2013,” kata PemimpinLRMA Mucharor Djalil di sela-sela acaraInsurance Award 2014di Jakarta, Rabu (11/6) malam.

Lebih lanjut Mucharor menambahkan bahwa LRMA meyakini pertumbuhan premipada2014 akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahunlalu..Pertama, karena ada tambahan pemain baru khususnya di industri asuransi jiwa yang tentu akan meningkatkan premi secara industri.Kedua, mulai beroperasinya BPJS telah meningkatkan kepedulian dan pemahaman terhadap pentingnya asuransi bagi perlindungan diri maupun harta benda.Ketiga, akan ada penetrasi asuransi hingga ke daerah-daerah setelah menjelang akhir tahun lalu diluncurkan gerakan asuransi mikro, termasuk asuransi mikro syariah.Keempat, masuknya beberapa pemodal baru baik di asuransi jiwa maupun asuransi umum dengan membeli sebagian saham perusahaan yang selama ini beroperasi dengan baik, akan mendongkrak kinerjanya lebih tinggi lagi.

Pada kesempatan itu,Media Asuransimemberikan penghargaanInsurance Award 2014kepada 25 perusahaan asuransi terbaik berdasarkan kinerja keuangan tahun 2013. Penghargaan diserahkan kepada 25 perusahaan yang terdiri dari tiga reasuransi, 12 perusahaan asuransi umum, dan 10 perusahaan asuransi jiwa.

Ketua Dewan Juri Insurance Award 2014 Ahmad Fauzie Darwis dalam sambutannya mengatakan bahwa Dewan Juri mendasarkan penilaian dengan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham maupun pemegang polis. Hal itu tergambarkan dalam sembilan kriteria penilaian untuk bisa meraih predikat sebagai the best.

Karena itu, prestasi para peraih predikat best insurance 2014 merupakan pencapaian luar biasa. Karena berhasil lolos dari dua kali penyaringan yakni persyaratan (terutama laba) dan persaingan di kelompoknya. “Bagi yang kali ini tak masuk daftar best insurance, jangan terlampau kecewa. Karena bagaimanapun tetap mampu lolos dari persyaratan minimal, terutama harus membukukan laba komprehensif dalam dua tahun berturut-turut ( 2012 dan 2013),” kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) ini.

Menurut dia, ada 36 perusahaan yang membukukan rugi komprehensif sehingga gagal memenuhi persyaratan untuk disertakan dalam pemeringkatan kali ini. Dari jumlah itu, 21 diantaranya merupakan perusahaan asuransi jiwa dan 15 merupakan perusahaan asuransi umum.

Fauzie Darwis menambahkan bahwa dewan juri Insurance Award memang menggunakan laba komprehensif sebagai ukuran dengan pertimbangan bahwapertumbuhan laba komprehensif menunjukkan “persistensi laba”, yang sangat penting untuk pengambilan keputusan bagistakeholder. Persistensi laba adalah laba yang dapat mencerminkan keberlanjutan laba (sustainableearning).

Berdasarkan datahasil riset yang dilakukan oleh LRMA, dewan juri memutuskan ada 25 perusahaan yang berhak atas predikatBest Insurance 2014,yakni tiga perusahaan reasuransi, 12 perusahaan asuransi umum, dan 10 perusahaan asuransi jiwa. Untuk asuransi umum dan asuransi jiwa dibagi dalam empat kelompok berdasarkan ekuitasnya. [fba]

Related posts