Waralaba, Solusi atau Masalah?

Bisnis waralaba memang sangat menarik belakangan ini. Lihat saja di setiap sudut kota pasti ada saja bisnis waralaba yang buka, baik makanan, minuman, dan lain sebagainya. Tetapi, sebetulnya jenis bisnis ini solusikah atau masalah.

Bagi Anda yang ingin membuka usaha minim pengalaman, bisnis ini bisa jadi solusi. Dengan membeli merk atau dengan bahasa sekarang membeli sebuah waralaba. Baik itu waralaba makanan, minuman atau lain sebagainya, pastinya kesemua waralaba itu menawarkan kemudahan berbisnis kepada Anda yang tidak memiliki pengalaman berbisnis.

Ya, dengan mewaralabakan usaha, pemilik bisnis dapat dengan cepat mengembangkan jaringan bisnisnya. Bisnis ini boleh dikatakan sebagai salah satu bisnis yang risikonya kecil, sebab bisnis yang sudah dijalankan telah dikenal masyarakat, sistemnya sudah teruji, dan pemiliknya tidak bersusah payah dalam pengembangan merek.

Bisnis yang akan diwaralabakan sejatinya harus terbukti memberikan keuntungan kepada pemegang merk, karena melalui waralaba mereknya sudah terdaftar, Tak hanya itu, dengan waralaba juga berarti ada dukungan yang berkesinambungan kepada pembeli waralaba.

Meski demikian, bukan berarti Anda dapat seenaknya membeli sebuah waralaba tanpa pertimbangan matang. Karena dampaknya, jika Anda salah menentukan pilihan bukan tidak mungkin usaha Anda gagal alias gulung tikar.

Meski bisnis dengan sistem waralaba memiliki risiko kegagalan yang relatif kecil, bukan berarti kesuksesan akan terjamin 100%. Karena, harus diakui pula tidak sedikit kalangan yang gagal dan akhirnya menutup usaha.

Ya, kegagalan adalah hal yang wajar dalam bisnis. Karena jalan berbisnis tak selamanya lurus, kadangkala jalan yang harus dilalui berliku dan terjal. Tetapi untuk kegagalan bisnis waralaba, ada beberapa alasan yang menjadikannya gagal.

Pertama, dari sisi pemilik waralaba, kegagalan bisa saja terjadi karena salah konsep bisnis, komitmen yang lemah untuk mendukung waralaba mereka. Sehingga menjadikan perjanjian yang dibuat tidak jelas, atau lain sebagainya.

Sementara dari sisi penerima waralaba, kegagalan biasanya disebabkan oleh rendahnya jiwa kewirausahaan mereka. Jiwa ini memang tidak dimiliki semua orang. Akibatnya,pembeli waralaba banyak berpangku tangan dan berharapkeajaiban tanpa kerja kersa. Padahal, kesuksesan waralaba butuh keterlibatan kedua belah pihak pada semua masalah operasional.

Istilah waralaba atau franchise memang telah menjadi salah satu model bisnis yang populer. Tak hanya ditilik dari kemudahan berbisnis, tetapi masing-masing waralaba menjanjikan keuntungan yang luar biasa.

Waralaba sendiri merupakan ikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan merk atau dengan imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa yang sudah disepakati.

Related posts