Sentimen Terhadap Reksadana & Saham Meningkat

NERACA

Keinginan berinvestasi di Indonesia mengalami peningkatan. Ini terlihat dengan adanya peningkatan sentimen terhadap reksadana dan saham. Dari temuan terbaru Manulife Investor Sentiment Indeks menunjukkan bahwa sentimen investor di Indonesia mengalami peningkatan selama dua kuartal berturut-turut, meningkat 7 poin menjadi 48 di kuartal pertama 2014, menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dari segi optimisme (dibandingkan dengan rata-rata regional pada angka 24) Sementara itu, sentimen paling tinggi terdapat di Malaysia dan Filipina dengan skor58.

Peningkatan sentimen investor Indonesia dipacu oleh peningkatan sentimen terhadap reksadana (naik 31 poin menjadi +20) dan saham (naik 14 poin menjadi +8); namun investor Indonesia masih belum memiliki saham atau reksadana dalam portofolio investasi mereka. Investor tetap memiliki sentimen positif terhadap dana tunai (+80), rumah tinggal (+75), dan properti lainnya (+70).

"Kenaikan sentimen terhadap saham sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan terhadap kondisi ekonomi di Indonesia. Kami telah melihat berbagai perbaikan pada beragam indikator kunci ekonomi, seperti neraca berjalan yang membantu pemulihan nilai tukar rupiah setelah mengalami fluktuasi di tahun 2013 ,” ujar Putut Endro Andanawarih,Director of Business Development, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Sementara itu, lanjut Putut, kami tetap memiliki pandangan positif terhadap pasar modal Indonesia. Pemilihan presiden mendatang diharapkan dapat membawa perubahan ekonomi yang menjadi dasar untuk pertumbuhan jangka panjang yang lebih baik.

Akan tetapi, sambung dia, peningkatan sentimen investor terhadap reksadana dan saham pada kuartal ini tidak tercermin dalam keputusan investasi mereka. Investor tetap melanjutkan kebiasaan mereka dengan menyimpan uang di tabungan dan deposito. Ini artinya mereka melewatkan kesempatan berinvestasi untuk memperoleh imbal hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

“Masyarakat harus mulai mempertimbangkan untuk menginvestasikan uang mereka dari sekarang, dan tentunya, reksadana dapat menjadi salah satu kendaraan investasi yang paling mudah dan sangat terjangkau bagi semua orang,” ujar Putut

Manulife Investor Sentiment Indeks di Asia di Asia adalah survei eksklusif yang dilakukan Manulife setiap kuartal untuk mengukur dan melacak pandangan investor di delapan negara di kawasan ini perihal perilaku mereka terhadap kelas aset utama dan hal-hal lain yang terkait dengan itu.

Manulife ISI didasarkan pada 500 wawancara online di setiap negara yaitu Hong Kong, China, Taiwan, Jepang, dan Singapura; sementara di Malaysia, Filipina dan Indonesia, survei ini dilakukan secara tatap muka langsung. Responden adalah investor kelas menengah hingga papan atas, berusia 25 tahun ke atas yang menjadi pengambil keputusan utama dalam hal-hal keuangan di rumah tangga dan saat ini sudah memiliki produk investasi.

Related posts