Masa Pensiun, Inflasi, dan Investasi

NERACA

Saat ini investor Indonesia sudah bekerja lebih lama setelah pensiun dibandingkan dengan para investor di negara-negara Asia lainnya. Seperti halnya para investor lainnya di seluruh Asia, investor Indonesia secara umum memandang bekerja di masa pensiun sebagai hal yang positif.

Mereka memandang bahwa bekerja tidak hanya sebagai cara untuk menjaga agar otak dan tubuh mereka tetap sehat, namun juga sebagai cara yang baik untuk menghabiskan waktu mereka. Mereka juga berharap agar bekerja di masa pensiun dapat memberikan kontribusi sekitar seperlima dari pendapatan mereka di masa pensiun.

Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index yang terbaru mencatat, masyarakat Indonesia berharap untuk dapat terus bekerja selama 12 tahun dari usia pensiun resmi saat ini. Pada kuartal pertama tahun 2014, menunjukkan bahwa 73% investor Indonesia memilih untuk menaikkan usia pensiun. Angka ini jauh di atas rata-rata regional (51%). Usia pensiun di Indonesia 10 tahun di bawah usia pensiun sebagian besar negara di Asia, dan lima tahun di bawah usia pensiun yang berlaku di Malaysia dan Filipina.

Chief of Employee Benefits, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Nur Hasan Kurniawan menuturkan, usia pensiun di Indonesia adalah 55 tahun, yang merupakan usia pensiun termuda di wilayah yang diteliti, dan angka ini ditetapkan beberapa dekade lalu saat usia harapan hidup masyarakat Indonesia jauh lebih rendah, yaitu sekitar 55-60 tahun.

“ Indonesia telah mengalami perkembangan ekonomi yang dramatis sejak masa itu. Seiring dengan perkembangan tersebut, usia harapan hidup pun mengalami peningkatan, dimana saat ini usia harapan hidup mencapai usia 70-an atau 80-an. Masyarakat berharap agar usia pensiun yang berlaku secara umum saat ini dapat ditinjau kembali," kata dia

Pandangan optimis investor Indonesia secara umum terhadap peningkatan umur pensiun tidak hanya karena manfaat bekerja setelah pensiun saja. Mereka juga yakin dapat mempertahankan standar hidup mereka saat ini di masa pensiun kelak. Hampir semua investor berharap agar pendapatan di masa pensiun akan mencukupi seluruh pengeluaran di masa pensiun.

Menanggapi hal tersebut, Nur Hasan menambahkan, sangat kecil kemungkinan pengeluaran di masa pensiun akan berkurang, dan karena mereka akan menjalani masa pensiun dalam waktu yang panjang, maka mereka perlu mempertimbangkan untuk merencanakan simpanan masa pensiun.

“Selain itu, ada pertimbangan lain, seperti dengan bertambahnya usia, semakin besar pula kemungkinan terserang penyakit kronis dan juga kenaikan biaya kesehatan,” jelas dia

Sementara itu, Presiden Direktur, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro mengatakan, masyarakat harus memahami bahwa inflasi akan mengurangi daya beli mereka. Untuk dapat mempertahankan standar hidup di masa pensiun, mereka perlu mempertimbangakn untuk menginvestasikan uang mereka agar dapat mengalahkan inflasi.

“Untuk membantu masyarakat dalam memahami pentingnya menyiapkan dana di masa pensiun, kami memperkenalkan konsep sederhana yang kami sebut 3i, yaitu insyaf, irit,invest,” ujar dia

BERITA TERKAIT

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

AKIBAT PERANG DAGANG DAN FAKTOR POLITIK - Asumsi Makro 2019 Diprediksi Meleset dari Target

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor…

KPK Klarifikasi Rommy Soal Fakta Persidangan Terdakwa Haris dan Muafaq

KPK Klarifikasi Rommy Soal Fakta Persidangan Terdakwa Haris dan Muafaq NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi tersangka Romahurmuziy…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…