Warnai Pengetahuan Dengan Keindahan Batik - Coloring Your Knowledge

Menumbuhkan kecintaan dan memberikan pemahaman tentang batik serta mengubah paradigma pengetahuan yang selama ini dianggap kakumenjadi lebih berwarna, Library and Knowledge Center (LKC) Binus International mengadakan serangkaian kegiatan membatik dengan tema“Coloring Your Knowledge”.

NERACA

Batikmerupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia. Saat ini Batik sangat populer di masyarakat sebagai bahan pakaian yang masih mengandung unsur tradisional dan terdiri dari beragam jenis sesuai daerah asal dengan desain dan motif tersendiri yang khas. Namun tidak banyak orang yang mengetahui motif dan jenis Batik, apalagi sejarahnya.

Untuk memberikan pemahaman tentang Batikserta menumbuhkan kecintaan terhadap kain asli Indonesia ini,Library Knowledge Center (LKC) Binus International mengadakan serangkaian kegiatan dengan tema“Coloring Your Knowledge”pada tanggal3-5 Juni lalu diKampus Binus Senayan -The Joseph Wibowo Center.

Kegiatan diisi denganpameran tunggal koleksi kain Batik PesisirmilikNurul Akriliyati, S.Sn.yang merupakan pecinta kain dan juga kolektor Batik. Beragam koleksi Batik Pesisir dipajang dalam pameran ini, seperti : Batik Pesisir yang dibuat berdasarkan pengaruh kebudayaan Tionghoa, kebudayaan Belanda yang disebut Batik Belanda, Batik Negoro Telu atau dengan nama lain Batik Tiga Negri, Batik Pengaruh Islam yang disebut Batik Rifa’iyah, Batik Hokokai, Batik Jawa Baru, Batik Adik Baji, Batik Demakan, Kudusan atau Laseman dan Batik Sarwo Edhienan.

Nurul Akriliyati, S.Sn.yang juga merupakandosen khusus bidangfashion fabricdiBinus Northumbria School of Design (BNSD) menuturkan, batik Pesisir pada umumnya memiliki ragam hias yang diambil dari alam ataupun perpaduan kebudayaan, namun tidak sedikit pula yang memiliki warna simbolis, dengan warna warni yang cemerlang. Batik Pesisir ini banyak dihasilkan di beberapa daerah pesisir utara Jawa, seperti : Betawi, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kudus, Juwana, Lasem, Tuban, Gresik, Sidoarjo, Madura dan beberapa tempat lainnya.

“Batik Pesisir biasanya terdiri dari kepala kain dan badannya. Kepala kain memiliki ragam hias yang lebih rumit dan terdapat perbedaan warna yang mencolok diantara keduanya. Uniknya, Batik Pesisir ini banyak dibubuhi tanda tangan orang yang memproduksinya, : seperti Oey Ping Hien, Oey Soe Tjoen, Mv. E Van Zuylen, dan lain-lain,“ tambah Nurul.

Kegiatan menjadi semakin menarik dengan adanyademo membatikdariSekolah Batik Kampung Palbatu, dimana para peserta dapat belajar langsung cara membatik.

Di samping pameran, kegiatan juga dirangkai dengantalkshowmengenai Batik dengan judul“Lawasan Pesisir :Appreciate The Historical Value of the Archipelago through The Fabric”. Selain pengetahuan tentang Batik, kegiatan“Coloring Your Knowledge”juga diisi denganWorkshopFotografiyang dibawakan olehBambang Heriyanto(Koordinator Laboratorium Photography,Binus Northumbria School of Design (BNSD)).

Dalamworkshopdengan topikLighting Moodini, pembicara menjelaskan mengenailightingdalam studio fotografi, teknik penggunaan kamera dan cara pengambilanangleyang tepat dalam memotret sebuah objek. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek secara langsung.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswaBinus International, khususnyaBinus Northumbria School of Design (BNSD)mengenaiBatikdanFotografi,” jelasImam Budi Prasetiawan, S.S (Head of Library and Knowledge Center, Binus International)yang ditunjuk sebagaiKetua Pelaksanakegiatan“Coloring Your Knowledge”.

Berdiri sejak tahun 2001, di lokasi strategis di daerah Senayan,Binus International menyelenggarakan pendidikan berstandar internasional dengan sistemdual degreeyang memungkinkan mahasiswa mendapatkan dua gelar (Sarjana dariBinus International danBachelordari universitas partner di luar negeri) ataupunMaster’s Track Programdimana mahasiswa bisa menyelesaikan S1 dan S2 mereka dalam waktu yang lebih singkat (bekerjasama dengan Macquarie University, Australia).

Related posts