Kementan Klaim Pasokan Pangan Aman - Selama Puasa

NERACA

Jakarta - Kementerian Pertanian memastikan pasokan bahan pangan menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2014 masih aman. "Tugas kami memberi kepastian keamanan, baik yang ada maupun yang berpergian, sekarang ini untuk bahan pokok olahan industri sedang mengisi, dijamin selama puasa dan lebaran akan tersedia," ujar Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan di Jakarta, Rabu (11/6).

Dia mengatakan tantangan menjaga ketahan pangan saat bulan puasa terjadi pada H-1 Idul Fitri. Saat itu merupakan puncaknya rumah tangga berbelanja bahan pokok. "Angkutan harus dijamin H-2 tidak ada gangguan, dan ini semoga berjalan dengan baik, karena ini ritual bangunan, baik tujuan mudik maupun lain, diharapkan tidak terjadi inflasi di luar kontrol," jelasnya.

Ungkapan senada juga pernah disampaikan oleh Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementan Emilia Harahap, dia memastikan seluruh pasokan kebutuhan pangan termasuk beras aman menjelang Puasa dan Lebaran. "Stok beras cukup angka Bulog 1,9 juta ton dan aman sampai akhir tahun. Terkait stok pangan lain tidak ada gangguan," katanya.

Meski biasanya pada bulan Ramdhan dan Hari raya ada kenaikan harga tapi harapannya tidak signifikan, dan jika kenaikananya hanya berkisar 10% itu masih dianggap wajar.

"Mengenai kecendrungan kenaikan harga produk pertanian menjelang Puasa dan Hari Raya, secara fair tidaklah suatu hal yang luar biasa. Itu rutin kita hadapi. Kami punya satu kesimpulan sampai dengan 10% kenaikan harga masih bisa diterima. Tetapi yang perlu kita kawal jangan sampai terjadi lonjakan harga yang melebihi kewajaran," ujarnya.

Menurut Emilia, tren kenaikan harga yang cukup tinggi biasnya terjadi pada produk telur dan daging ayam. Harga daging dan telur ayam terus bergerak naik sejak minggu ke-3 bulan April tahun 2014. Harga daging dan telur ayam di minggu ke IV bulan April 2014 masing-masing mencapai Rp 17.258/kg dan Rp 14.925/kg. Sedangkan minggu IV bulan Mei harga kedua produk tersebut masing-masing mencapai Rp 28.826/kg dan Rp 19.640/kg.

Namun begitu, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung (CT) berjanji selama bulan puasa dan dan Idul Fitri harga bisa stabil. "Prioritas adanya stabilitas dari harga kebutuhan pokok karena ini sudah mau Ramadan dan sebentar lagi Lebaran," kata CT

Tidak bisa dipungkiri, sambung CT kenaikan harga pangan pasti akan terjadi jelang bulan puasa serta Hari Raya Idul Fitri. Karena kebutuhan meningkat harga pasti naik kita tidak bisa hindari. “Kenaikan itu pasti ada, tapi harapannya tidak terlalu signifikan. Makanya sekarang sedang kita rapat melihat stok yang ada sehingga harga bisa stabil nantinya,” imbuhnya.

Oleh karenanya CT ingin mendapatkan laporan secara rinci dari masing-masing Kementerian terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementrian Pertanian (Kementan). Pihaknya ingin, agar kenaikan tidak terlalu berlebihan atau di atas batas kewajaran. "Kenaikan yang terlalu berlebihan yang memberatkan rakyat nah ini kita akan memonitor satu demi satu harga-harganya," tukasnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Saran Legislator - Agar Pemerintah Pastikan Kebijakan Impor Pangan Lebih Terukur

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyatakan berbagai pihak kementerian dan lembaga terkait harus…

Kementan Ajak Generasi Milenial Masuk ke Sektor Pertanian

Bogor –  Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Kementrian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi mengajak generasi milenial masuk ke sektor pertanian.…

Kebijakan Publik - Perlu Perbaikan Data Pangan untuk Kurangi Kesemrawutan Impor

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu melakukan perbaikan data pangan untuk mengurangi kesemrawutan impor. Perbaikan data pangan juga perlu dilakukan sebagai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…