Bangun Pabrik, Phapros Investasikan Rp 350 Miliar - Bidik Penjualan Rp 620,33 Miliar

NERACA

Jakarta – Masih menjanjikannya pasar farmasi di dalam negeri, menjadi peluang bagi PT Phapros Tbk untuk lebih agresif memasang target penjualan lebih besar lagi. Bahkan perseroan yang merupakan anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan meningkatkan kapasitas produksi dengan berencana membangun pabrik baru di Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Utama Phapros, Iswanto mengatakan, pembiayaan pembangunan pabrik baru di Semarang diperkirakan akan menelan biaya senilai Rp 350 miliar,”Untuk pabrik baru tersebut akan menunjang pabrik lama yang juga berada di daerah Semarang. Pabrik lama perseroan berdiri di area seluas tiga hektar (ha) lebih. Pembangunan pabrik kedua juga diperkirakan mempunyai luas yang sama," katanya di Jakarta, Rabu (11/6).

Dia menuturkan, perseroan telah membeli tanah seluas 10 hektar dan rencananya, pabrik baru yang akan dibangun di luas area sekitar 3-4 ha. Rencananya, ground breaking pabrik baru akhir tahun ini sehingga tahun depan sudah beroperasi. Disebutkan, untuk pembangunan pabrik tersebut, perseroan akan menganggarkan dana dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang akan dilakukan pada tahun 2015 mendatang dan ditargetkan dapat meraup dana sebesar Rp 500 miliar.

Iswanto melanjutkan, selain membangun pabrik, Phapros juga sudah melakukan kerja sama pendirian rumah sakit dengan ikatan dokter di wilayah Cirebon dan Medan. Tidak hanya itu, kata Iswanto, pihaknya akan fokus dengan inovasi produk dengan teknologi supaya kompetitornya tidak banyak.

Selain untuk membiayai pembangunan pabrik baru dan rumah sakit, dana IPO kemungkinanjuga untuk membayar pinjaman bank yang telah ditarik perseroan tahun ini,”Jadi, kita sebenarnya ada opsi obligasi selain IPO. Tetapi, karena ada bank yang berikan dana murah kita fokus IPO. Dari dana IPO kita juga bisa tutup pinjaman bank,"ujarnya.

Tahun ini, perseroan optimis laba bersih juga akan dapat meningkat sebesar 45,07% dari Rp 43,53 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp 63,15 miliar,”Laba bersih kami harap dapat meningkat hampir mencapai 50% menjadi Rp 63,15 miliar. Ini sudah bisa kita tunjukkan dalam lima bulan terakhir yang jauh lebih besar dari tahun lalu," kata Direktur Keuangan PT Phapros Tbk, Budi Ruseno.

Disamping itu, perseroan juga menargetkan peningkatan penjualan hampir mencapai 18,98% dari Rp 521,61 miliar ditahun 2013 lalu menjadi Rp 620,33 miliar."Target penjualan kita naik menjadi Rp 620,33 miliar.Sampai dengan Mei sudah naik 12,3% penjualan kami. Kita harap bisa tercapai tahun ini,”ujarnya.

Menurut Budi, hal ini seiring dengan peningkatan produk domestik bruto (PDB) kemudian ditambah dengan program pemerintah seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta gaya hidup masyarakat akan semakin memperluas pasar perusahaan."Peningkatan PDB, kebijakan BPJS yang membuat kebutuhan obat akan semakin besar, dan gaya hidup yang didorong semakin meningkatnya pendapatan per kapita sehingga masyarakat butuh seperti vitamin, suplemen, dan lain-lain, itu yang menjadi pasar kita," pungkasnya.

Sekedar informasi, pada tahun 2013 lalu perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 521,61 miliar yang terbesar disumbang dari divisi Ethical sebesar Rp 191,7 miliar kemudian divisi Generic sebesar Rp 191,4 miliar. Sementara itu, divisi OTC dan Toll In masing-masing menyumbang Rp 105,4 miliar dan Rp 34,1 miliar.

Penjualan bersih tersebut turun dari Rp 529,75 miliar di tahun 2012 yang disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Hal yang sama juga terjadi pada laba bersih perusahaan yang turun dari Rp 60,93 miliar menjadi Rp 43,53 miliar. (bani)

Related posts