PNM-Unsrat Bangun Kekuatan UMKM

NERACA
Manado - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyepakati komitmen pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna membangun kekuatan ekonomi nasional

Kemitraan kedua institusi tersebut tertuang dalam nota perjanjian kerjasama yang ditandatangni oleh Direktur Bisnis Mikro II Carolina Dina Rusdiana dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. David Paul Elia Saeran, SE, MCom di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (11/6).

Pada kesempatan tersebut, PNM juga memperkenalkan buku terbaru ”Pengusaha Sukses Tahan Banting” edisi III. Buku tersebut sengaja disusun dan dicetak PNM sebagai alternatif media untuk membagi pengetahuan mengenai kiat sukses membangun usaha serta memotivasi para pelaku UMKM.

Pemimpin PNM Cabang Manado,
Widji Tri Kusuma Adhi menuturkan UMKM mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun dan keberadaannya menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Hal itu tercermin dari besarnya kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2013, pangsa UMKM di Indonesia saat ini mencapai 99,9% dari total 55,2 juta unit usaha. Aktivitas bisnis UMKM berkontribusi 97,16% terhadap penyerapan tenaga kerja dan menyumbang 57,94% terhadap PDB nasional.

Kendati demikian, Widji menilai terdapat sejumlah permasalahan mendasar yang kerap menghambat perkembangan UMKM, yakni lemahnya struktur permodalan, lemahnya akses pemasaran, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

”Semua itu membuat banyak UMKM dipandang tidak feasible untuk memperoleh pembiayaan dari perbankan atau lembaga keuangan formal,” ujarnya pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama PNM dengan Universitas Sam Ratulangi, Rabu (11/6).

Kondisi tersebut, kata Widji, mendorong PNM untuk tetap fokus sebagai lembaga keuangan milik negara yang menitikberatkan pada perluasan jangkauan layanan dan peningkatan kapasitas UMKM. Ragam layanan yang diberikan PNM meliputi jasa pembiayaan, jasa manajemen dan jasa pengembangan kapasitas usaha.

”Melalui kombinasi layanan yang diberikan PNM, kami optimistis akan memperkuat kapasitas UMKM dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi dan persaingan usaha,” tutur dia.

Menurut dia, perlu dukungan dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan UMKM di Tanah Air, tidak terkecuali akademisi. Karenanya, Perseroan mengapresiasi kepedulian dari Universitas Sam Ratulangi untuk terlibat langsung dalam program-program pengembangan UMKM mitra PNM.

”Universitas Sam Ratulangi tentu punya kompetensi yang bagus dalam membentuk mahasiswa-mahasiswa calon pengusaha yang berkualitas dan kompetensi itu sangat dibutuhkan PNM untuk menciptakan wirausaha-wirausaha madani, ” jelas Widji.

Carolina Dina Rusdiana, menjelaskan ruang lingkup kemitraan yang diatur dalam perjanjian kerjasama antara PNM dengan Universitas Sam Ratulangi mencakup penyusunan dan pengembangan program pelatihan dan peningkatan kompetensi SDM dan mitra usaha PNM.

Dalam kerangka kerjasama ini, Universitas Sam Ratulangi dapat menyediakan bantuan tenaga pengajar atau tenaga ahli lain dalam pelaksanaan pendampingan dan pelatihan SDM dan mitra usaha PNM serta kegiatan lain yang terkait dengan pengembangan UMKM, seperti penelitian dan pengembangan produk-produk bisnis.

“Melalui kesepakatan ini, maka Universitas Sam Ratulangi dan PNM berkomitmen berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” kata dia.

Dina juga berharap kerjasama dengan Universitas Sam Ratulangi dapat menumbuhkan minat berwirausaha dan berwiraswasta serta menumbuhkan pemahaman serta orientasi berwirausaha di kalangan mahasiswa. Selain itu, melalui kesepakatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan intensitas dan kualitas pelatihan usaha yang diberikan PNM kepada nasabah UMKM.

“Hanya dengan cara ini kita bisa mengangkat harkat dan martabat perekonomian nasional menjadi ekonomi yang mandiri dan tangguh dengan berbasiskan UMKM,” tandas dia.

Dia pun menambahkan PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendapat tugas dari pemerintah untuk membantu pengembangan UMKM, baik melalui pembiayaan maupun pembinaan. Aktivitas pembiayaan yang awalnya dilakukan melalui bank-bank umum, Bank Perkreditan Rakyat, Lembaga Keuangan Mikro / Syariah (LKMS), sekarang diintensifkan penyalurannya secara langsung melalui jaringan layanan ULaMM seiring dengan transformasi bisnis perusahaan.

“Karenanya pembiayaan ULaMM semakin mendominasi portfolio pembiayaan PNM sejak 2008, menggeser dominasi kredit program dan LKMS,” jelas Dina.

Sepanjang tahun 2013, PNM aktif memperluas jaringan dengan menambah 100 unit ULaMM, 22 kluster, 3 kantor cabang pembantu serta meningkatkan status 4 kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang. Dengan demikian, saat ini PNM memiliki 706 jaringan layanan, yang terdiri dari 26 cabang, 4 cabang pembantu, 97 klaster dan 578 unit ULaMM, yang menjangkau 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia.

Selaras dengan ekspansi bisnis, penyaluran pembiayaan PNM juga turut mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Sampai saat ini, PNM Cabang Manado telah menyalurkan pembiayaan atau modal usaha sebesar Rp115,9 miliar. Jumlah pengusaha mikro kecil yang telah menerima dukungan modal tersebut mencapai 2.086 pelaku UMKM.

Sebagai informasi, operasional bisnis PNM di wilayah Sulawesi Utara berada dalam kendali PNM Cabang Manado, yang membawahi aktivitas bisnis 2 kantor klaster dan 16 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Sebanyak 8 Unit berada di Klaster Gorontalo, sedangkan 8 unit lainnya berada dalam monitoring klaster Manado. (mohar)

Related posts