Eastspring Gandeng Commonwealth Bank - Bidik Dana Kelola Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta – Mengejar ketertinggalan dengan pesaingnya, PT Eastspring Investments Indonesia terus agresif mengembangkan bisnis usaha dan termasuk rajin meluncurkan produk reksa dana baru sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Teranyar, perseroan menggandeng PT Bank Commonwealth Indonesia untuk memasarkan dua produk reksa dana perseroan yaitu, reksa dana saham Eastspring Investments Alpha Navigator dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Eastspring Investments IDR High Gradem.

Presiden Direktur Eastspring Investments Indonesia Riki Frindos mengatakan, adanya kerja sama dengan Commonwealth Bank Indonesia dapat meningkatkan kinerja dari dua produk tersebut. Selain itu, juga bisa merealisasikan target dana kelola dari dua produk tersebut sebesar Rp 300 miliar,”Baik Eastspring Investments Alpha Navigator maupun Eastspring Investments IDR High Grade akan membantu para nasabah Commonwealth Bank dan calon investor memenuhi kebutuhan mereka akan solusi keuangan terbaik dan memberikan nilai tambah,”ujarnya di Jakarta, Rabu (11/6).

Dia menuturkan, hal ini sangat penting, karena pihaknya dan mitra perseroan seperti Commonwealth Bank Indonesia bekerja sama untuk membantu kelas menengah Indonesia yang terus tumbuh dalam mempersiapkan masa depan dan generasi berikutnya.

Menurutnya, per Mei 2014 dana kelolaan untuk Eastspring Investments Alpha Navigator sebesar Rp453,47 miliar. Sedangkan untuk AUM Eastspring Investments IDR High Grade sebesar Rp31,9 miliar. Riki menjelaskan, baik Eastspring Investments Alpha Navigator maupun Eastspring Investments IDR High Grade dirancang untuk memberikan imbal hasil jangka panjang yang menarik bagi nasabah.

Kata Riki, Eastspring Investments Alpha Navigator adalah reksa dana saham terbuka yang didesain untuk memberikan nilai tambah dan imbal hasil jangka panjang yang menarik kepada investor. Sedangkan Eastspring Investments IDR High Grade adalah reksa dana pendapatan tetap terbuka yang bertujuan untuk memberikan potensi keuntungan atas investasi jangka panjang pada efek bersifat utang,”Reksa dana ini menerapkan fleksibilitas dalam berinvestasi pada obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi dengan alokasi optimal pada obligasi korporasi sebagai strategi peningkatan imbal hasil (yield enhancement)," ungkapnya.

Sebelumnya, analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati memprediksi, reksa dana campuran maupun reksa dana pendapatan tetap berpotensi mencetak kinerja positif, terutama jika hasil pemilihan umum (pemilu) direspon positif oleh investor,”Reksa dana campuran diperkirakan akan berkinerja lebih baik dibandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap, namun fluktuasi pergerakannya juga lebih tinggi," katanya.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama menunjukkan, reksa dana pendapatan tetap hingga akhir Mei 2014 memberi return rata-rata sebesar 3,95% atau melonjak jika dibanding periode yang sama 2013 senilai 0,64%. Sementara itu, reksa dana saham memberi return 18% atau turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 21,15%. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan - Soal Kasus Aset LCC

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan Soal Kasus Aset LCC NERACA Jakarta - Perseroan Terbatas Bank Sinarmas Tbk menyerahkan penanganan…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…