Catur Makin Percaya Diri Pasang Target - Pasca Diakuisisi NT Asset 21%

NERACA

Jakarta – Perusahaan distributor bahan bangunan, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) menargetkan pertumbuhan penjualan lebih agresif lagi. Hal ini didorong seiring dengan hadirnya pemegang saham baru asal Bangkok yang telah mengakuisisi saham perseroan sebanyak 21% saham di harga Rp 365 per saham atau premium 17,7% dengan nilai transaksi sebesar Rp 221, 92 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (10/6).

Disebutkan, masuknya NT Aset sebagai perusahaan asset manajemen asal Bangkok tersebut, diyakini akan memperkuat realisasi target pertumbuhan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, “Kami beruntung telah menambahkan Group Catur Sentosa di portofolio Indonesia. Tim kami terkesan dengan keluarga pendiri yang telah berkembang dari bisnis took cat kecil hingga saat ini berhasil dengan pendapatan tahun lalu melebihi US$ 600 juta, “kata Chief Investment Officer NT Asset, Kernet Ng.

Dia menuturkan, dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang terus tumbuh serta demografi yang menguntungkan di Indonesia, menjadi alasan bagi NT Asset untuk berinvestasi di Catur Sentosa. Pasalnya, kondisi tersebut menjadi potensi bagi CSAP di segmen tersebut untuk mengembangkan bisnisnya lebih agresif lagi.

Sementara menurut PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai harga wajar saham Catur Sentosa diantara level Rp 396 hingga Rp 464 per saham atau premium 13% hingga 42% dengan harga saham saat ini di level Rp 350 per saham. Prospek ekonomi Indonesia dengan populasi penduduk usia muda yang produktif semakin tumbuh, memicu belanja konsumen diproyeksikan Pefindo ikut tumbuh 12%.

Tentunya hal ini menjadi peluang terbuka bagi Catur Sentosa untuk meningkatkan kinerjanya. Tercatat pertumbuhan pada segmen ritel modern Catur Sentosa mengalami kenaikan sehingga Pefindo optimis jika pendapatan perseroan mencapai Rp 7,8 triliun tahun ini. Kemudian laba bersih per saham juga akan menguat 32,1% menjadi sebesar Rp 32, 1 per saham.

Bukan kali ini Pefindo memberikan peringkat positif terhadap PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP). Sebelumnya, Pefindo juga memproyeksikan Catur memiliki prospek usaha yang positif. Alasannya, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan logistik serta ritel modern bahan bangunan pada tahun ini memiliki prospek positif didukung tetap tumbuhnya industri properti.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto menilai, meski industri properti pada tahun ini menghadapi kompetisi ketat, di mana pertumbuhannya diperkirakan hanya sekitar 10 persen, namun kondisi tersebut hanya bersifat sementara,”Pertumbuhan industri properti akan kembali rebound, terutama mengingat bahwa backlog perumahan di Indonesia diperkirakan mencapai 15 juta unit tahun ini," kata dia.

Sejalan dengan prospek industri properti itu, dia memperkirakan permintaan cat dan ubin keramik akan melemah. Kendati demikian, permintaan masih berpeluang naik didukung perekonomian Indonesia yang terus tumbuh.

Di samping itu, kegiatan pemilihan umum (pemilu) diharapkan mampu menopang penjualan barang konsumen. Berdasarkan survei Bank Indoensia (BI), konsumsi rumah tangga pada kuartal IV tahun lalu tetap kuat, dengan indeks penjualan ritel naik 27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya di tengah tingginya inflasi. Sementara penjualan ritel modern nasional diperkirakan juga meningkat sekitar 10% menjadi Rp163 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

JK: Pengawasan APIP Berhasil Jika Koruptor Makin Sedikit

NERACA Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tolok ukur keberhasilan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mengawasi lembaga pemerintah…

Bukukan Penjualan Rp 106,74 Triliun - Porelahan Margin HM Sampoerna Makin Tebal

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penjualan bersih Rp106,74 triliun atau naik 7,72% pada…

Pasca Dana Desa dan Kelurahan, Kini Muncul Dana Kecamatan

  NERACA   Jakarta – Dana desa dan dana kelurahan sudah digelontorkan oleh pemerintah, kini dana kecamatan ikut dikaji oleh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…