Pemerintah Janji Stabilkan Harga Pangan - Sambut Puasa

NERACA

Jakarta - Kementerian Koordinator Perekonomian memastikan stok pangan dan tentu saja agar harga pangan bisa distabilkan menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan rakor tersebut digelar untuk memastikan stok pangan jelang bulan puasa dan dan Idul Fitri, dan terutama agar harga bisa stabil. "Prioritas adanya stabilitas dari harga kebutuhan pokok karena ini sudah mau Ramadan dan sebentar lagi Lebaran," katanya di Jakata, Selasa (10/6).

Tidak bisa dipungkiri, sambung dia, kenaikan harga pangan pasti akan terjadi jelang bulan puasa serta Hari Raya Idul Fitri. Karena kebutuhan meningkat harga pasti naik kita tidak bisa hindari. “Kenaikan itu pasti ada, tapi harapannya tidak terlalu signifikan. Makanya sekarang sedang kita rapat melihat stok yang ada sehingga harga bisa stabil nantinya,” imbuhnya. Oleh karena itu Chairul Tanjung ingin mendapatkan laporan secara rinci dari masing-masing Kementerian terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementrian Pertanian (Kementan). Pihaknya ingin, agar kenaikan tidak terlalu berlebihan atau di atas batas kewajaran. "Kenaikan yang terlalu berlebihan yang memberatkan rakyat nah ini kita akan memonitor satu demi satu harga-harganya," terang dia.

Belum lama ini, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian, Emilia Harahap, mengatakan kenaikan itu kan sudah biasa terjadi jelang ramadhan tapi jika kenaikan anya berkisar 10% itu masih dianggap wajar.

"Mengenai kecendrungan kenaikan harga produk pertanian menjelang Puasa dan Hari Raya, secara fair tidaklah suatu hal yang luar biasa. Itu rutin kita hadapi. Kami punya satu kesimpulan sampai dengan 10% kenaikan harga masih bisa diterima. Tetapi yang perlu kita kawal jangan sampai terjadi lonjakan harga yang melebihi kewajaran," kat Emilia.

Menurut Emilia, tren kenaikan harga yang cukup tinggi terjadi pada produk telur dan daging ayam. Harga daging dan telur ayam terus bergerak naik sejak minggu ke-3 bulan April tahun 2014. Harga daging dan telur ayam di minggu ke IV bulan April 2014 masing-masing mencapai Rp 17.258/kg dan Rp 14.925/kg. Sedangkan minggu IV bulan Mei harga kedua produk tersebut masing-masing mencapai Rp 28.826/kg dan Rp 19.640/kg.

"Pergerakan harga maju terjadi pada kebutuhan pokok seperti telur dan daging ayam. Kami cek dan bagaimana kekuatan pasokan kita bukan karena tidak ada pasokan. Tetapi pasokan melebih dari cukup tetapi yang biasa terjadi jelang Ramadan dan Hari Raya ada aktivitas khusus dan permintaan naik signifikan, sehingga harga biasanya memang cenderung naik," paparnya.

Sementara itu, untuk harga produk pangan lain seperti harga beras medium bergerak stabil di harga Rp 8.847/Kg, jagung stabil Rp 6.273/Kg, harga cabai merah besar turun dari Rp 25.660/Kg pada minggu ke-2 April menjadi Rp 19.454/kg, cabai merah keriting juga turun dari Rp 23.754/kg pada minggu ke-3 April menjadi Rp 18.950/Kg, cabai rawit merah juga turun dari Rp 49.000/Kg di minggu ke-1 April menjadi Rp 26.985/kg dan daging sapi tetap di kisaran harga Rp 97.000-98.000/kg.

"Sayur mayur dan cabai harganya tidak mengkhawatikan. Harga bawang sedikit naik Rp 17.614/kg di minggu ke-3 bulan April menjadi Rp 23.802/kg pada minggu ke IV bulan Mei," imbuhnya.

Kemudian untuk pasokan, Emilia memastikan seluruh pasokan kebutuhan pangan termasuk beras aman menjelang Puasa dan Lebaran. "Stok beras cukup angka Bulog 1,9 juta ton dan aman sampai akhir tahun. Terkait stok pangan lain tidak ada gangguan," tukasnya. [agus]

Related posts