META Siapkan Belanja Modal Rp 500 Miliar - Perkuat Bisnis Jalan Tol

NERACA

Jakarta – Perusahaan operator jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar untuk pengembangan beberapa proyek. Di antaranya pembangunan jalan tol, pengolahan air bersih, telekomunikasi, dan lain-lain.

Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk, Ramdani Basri mengatakan, sekitar 70% dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan tol, 15% untuk telekomunikasi. Sisanya untuk proyek lainnya,”Pembangunan jalan tol sementara masih kami review juga," katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pembangunan jalan tol melalui subholding perseroan yang bergerak di bidang pengoperasian infrastruktur jalan tol, PT Margautama Nusantara (MUN). ‪Ramdani menilai, prospek bisnis jalan tol di Indonesia masih bagus. Karena perusahaan dibidang ini masih minim. Menurut dia, unit usaha jalan tol masih memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan.

Dia menjelaskan, sektor tol menyumbangkan lebih dari 70% pendapatan saat ini. Sementara, peningkatan pendapatan unit usaha jalan tol terutama disebabkan kenaikan volume kendaraan di semua ruas tol Bintaro Serpong Damai (BSD). Selain itu, juga di ruas Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), serta kenaikan tarif tol di ruas BSD, BMN dan JTSE.

Sebagai informasi, kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan penjualan meningkat signifikan hingga 52% yakni menjadi Rp. 104 miliar dari Rp. 68,78 miliar pada periode yang sama pada tahun 2013. Disamping itu, laba bersih perseroan pada kuartal pertama tahun ini juga naik 296,8% dari Rp 6,83 miliar menjadi Rp. 27,1 miliar. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, pendapatan perseroan konsisten tumbuh 126,98%, dari Rp. 187,618 miliar pada 2010 menjadi Rp. 425,861 miliar pada 2013.

General Manager Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk, Deden Rochmawaty mengatakan, unit usaha jalan tol masih memberikan kontribusi yang signifikan pada pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan, “Sektor tol menyumbangkan lebih dari 70% pendapatan saat ini. Peningkatan pendapatan unit usaha jalan tol terutama disebabkan oleh kenaikan volume kendaraan di semua ruas tol Bintaro Serpong Damai (BSD), Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), dan juga kenaikan tarif tol di ruas BSD, BMN dan JTSE,”ungkapnya.

Dirinya menyakini, dengan berjalannya waktu, sektor lain juga akan menunjukkan kontribusi yang lebih baik seiring dengan pengembangan bisnis yang dilakukan, “Ke depan, kami akan terus berupaya optimal untuk semakin memperkuat sektor bisnis yang lain sehingga kontribusi dari masing-masing bisnis akan lebih seimbang,” tutur Deden.

Garap Bisnis Tower

Asal tahu saja, sepanjang tahun ini, perseroan juga berhasil meningkatkan total asset perseroan secara signifikan pasca tuntasnya mengakuisisi PT Tara Cell Intrabuana pada Februari 2014. Aksi korporasi positif tersebut menaikkan aset perusahaan sebesar 28,4%, bila pada akhir 2013 total asset senilai Rp. 2,57 triliun, pada kuartal I 2014 menjadi Rp. 3,3 Triliun. Tara Cell merupakan perusahaan menara telekomunikasi independen Indonesia yang memiliki dan mengoperasikan menara serta fasilitas pendukung lainnya di Sumatera, Jawa dan Pulau Batam. NI mengakuisisi saham Tara Cell melalui anak usaha PT Telekom Infranusantara yang menggandeng Providence Equity.

Danni Hasan menjelaskan, perusahaan sudah menuntaskan transaksi akuisisi Tara Cell pada Februari 2014. Kehadiran bisnis terbaru di sektor menara telekomunikasi ini menambah pilar bisnis perusahaan sehingga akan lebih mengokohkan posisi perseroan menjadi perusahaan infrastruktur dan investasi terdepan di Tanah Air.“Nusantara Infrastructure akan memaksimalkan setiap peluang yang ada di tengah optimisme terhadap perekonomian Indonesia yang begitu tinggi. Akuisisi merupakan salah satu opsi yang terbuka bagi kami untuk memperkuat bisnis infrastruktur Perseroan sehingga mampu meningkatkannet presentvalue Perseroan,” tutur Danni.

Danni menambahkan industri telekomunikasi tengah berkembang dengan baik dan akan terus bertumbuh sejalan dengan perekonomian Indonesia yang kini menempati posisi 10 besar dunia. Untuk memaksimalkan peluang itu, tahun ini NI akan senantiasa menambah menara telekomunikasi untuk memperkuat pasar perseroan dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin tinggi.

Melalui sektor bisnis terbaru ini, lanjut Danni, komposisi pendapatan NI dari anak usaha akan semakin bervariasi. Sektor tower ditargetkan mampu memberikan kontribusi sebesar 25% terhadap pendapatan perseroan. Sektor jalan tol masih sebagai penyumbang terbesar yakni lebih dari 70%, sementara sisanya berasal dari sektor dan jasa pengelolaan air bersih. (bani)

Related posts