Ketika Tuhan Jatuh Cinta : Perselisihan Antara Ayah dan Anak

FillmKetika Tuhan Jatuh Cinta, menyuguhkan cobaan atau kesulitan yang dihadapi tokoh bernama Fikri (Reza Rahadian). Ia adalah seorang anak penjual ikan asin asal Garut yang harus berhenti kuliah karena keluarganya tidak lagi bisa membiayainya. Sang ayah kemudian menginginkan Fikri untuk menjadi pemuka agama atau marbot di desanya.

Perselisihan diantara ayah dan anak ini pun tidak bisa dihindari, hingga pada akhirnya Fikri yang berniat pergi ke Bandung guna menjual lukisannya diancam akan diusir bila ia berani pergi. Demi cita-citanya menjadi seorang pelukis terkenal, Fikri memutuskan untuk tetap keluar dari rumah itu dengan dukungan dan doa dari sang ibu.

Sesampainya di Bandung, Fikri masih terbelit masalah. Kali ini ia mengalami kesulitan dalam hubungan percintaannya dengan seorang gadis muslimah bernama Leni (Aulia Sarah). Fikri yang memang sudah mencintai wanita itu sejak lama, bingung untuk menyampaikan perasaanya dan takut bila Leni tidak memiliki rasa cinta yang sama.

Akhirnya mereka berdua memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya melalui sebuah surat. Hubungan kedua insan ini pun terjalin, tapi naas bagi Fikri disaat karirnya sebagai pelukis mulai dikenal orang berkat bantuan wanita bernama Lidya (Renata Kusmanto), ia dihadapkan dengan masalah baru yaitu Leni dijodohkan oleh orang lain.

Ketika Tuhan Jatuh Cintayang diproduksi oleh Studio Sembilan & Leica Production ini seakan memberikan sesuatu yang berbeda dari genre film religi. Di film ini tidak hanya menampilkan ajaran-ajaran agama tetapi juga diselingi dengan drama percintaan yang sangat menarik. Tak dipungkiri, dari judulnya saja membuat orang penasaran apakah benar Tuhan bisa jatuh cinta dan apa maksud dari film tersebut.

Di film inisang sutradara, Fransiska Fiorella patut diacungi jempol lantaran mampu memvisualisasikan tiap adegan yang diadapatasi dari novel best seller karya Wahyu Sujani dengan sangat baik. Alur cerita dan kualitas gambar yang baik dipastikan tidak akan membuat para penontonnya merasa bosan/jenuh mengikuti kisahnya.

Selain memiliki jalan cerita yang kuat, film ini juga semakin sempurna dengan hadirnya beberapa aktor senior seperti Didi Petet, Dewi Irawan dan Roy Karyadi. Terlebih film adaptasi kisah nyata ini memberikan pesan moral yang mulia dengan selalu ingat akan kebesaran Tuhan apalagi saat dihadapi oleh ujian atau cobaan.

BERITA TERKAIT

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Pemerintah Perkuat Promosi Batik dan Kain Tenun

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, pada Pameran Adiwastra Nusantara tahun…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…